Gilabola.com – Marcus Rashford sempat menjadi sorotan karena alasan yang kurang baik musim lalu setelah Manchester United menghukumnya akibat kedapatan berpesta di Belfast usai kekalahan 0-3 dari Manchester City.
Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, dikabarkan sempat berencana mengirim Rashford ke Macclesfield sebagai bentuk hukuman atas sikap indisiplinernya sebelum akhirnya sang pemain dipinjamkan ke Aston Villa bulan lalu.
Rashford Bermasalah di Bawah Ten Hag dan Amorim
Perjalanan Rashford di Old Trafford penuh tantangan di bawah kepemimpinan Ten Hag dan juga pelatih penggantinya, Ruben Amorim. Situasi semakin buruk hingga akhirnya ia harus hengkang ke Villa Park pada Januari lalu.
Sebelum kepindahannya, Amorim secara terbuka mengkritik sikap Rashford, bahkan menyatakan lebih memilih memasukkan pelatih kiper berusia 63 tahun, Jorge Vital, ke dalam skuad ketimbang seorang pemain yang “tidak memberikan usaha maksimal.”
Rashford juga memiliki masalah serupa saat masih di bawah asuhan Ten Hag. Penyerang Timnas Inggris itu dihukum oleh klub setelah berpesta di Belfast sehari setelah kekalahan memalukan dari Manchester City dan kemudian mengaku sakit keesokan harinya.
Pada saat itu, Rashford sedang mengalami penurunan performa, tetapi tetap dimainkan dalam 26 dari 38 pertandingan yang tersedia karena krisis cedera yang melanda skuad United. Meski begitu, ia hanya mampu mencetak tujuh gol di Premier League dan akhirnya tak masuk skuad Inggris untuk Euro 2024 akibat performa buruknya.
Rashford Nyaris Dikirim ke Klub Kasta Ketujuh
Menurut laporan Manchester Evening News, seorang “orang kepercayaan” sempat memperingatkan Ten Hag mengenai performa dan sikap Rashford. Orang tersebut bahkan mengatakan bahwa jika Sir Alex Ferguson masih melatih, ia tidak akan mentoleransi perilaku seperti itu.
Sumber itu juga menyebut bahwa di era Ferguson, Rashford mungkin akan dikirim ke Macclesfield, klub yang saat ini bermain di kasta ketujuh Liga Inggris dan dilatih oleh mantan pemain United, Robbie Savage, sebagai bentuk hukuman.
Ten Hag pun dikabarkan setuju dengan ide tersebut dan mengaku akan mengirim Rashford ke Macclesfield jika saja ia memiliki lebih banyak opsi di lini serang.
Konflik dengan Amorim Berujung Kepindahan ke Aston Villa
Di bawah kepemimpinan Amorim, hubungan Rashford dengan klub semakin memburuk. Setelah secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk mencari tantangan baru dalam sebuah wawancara mengejutkan, Rashford semakin tersingkir dari skuad utama. Amorim bahkan menilai etos kerja Rashford dalam sesi latihan tidak cukup baik untuk mendapat tempat di tim utama.
Menjelang penutupan jendela transfer Januari, Amorim sebenarnya masih membuka pintu bagi Rashford untuk kembali ke skuad, tetapi menekankan bahwa sang pemain harus menunjukkan perubahan.
“Bayangkan seorang pemain berbakat seperti Rashford, tim kami seharusnya jauh lebih baik dengan dia di dalamnya—tetapi dia harus berubah,” ujar Amorim. “Jika dia berubah, kami dengan senang hati menerimanya kembali—dan kami memang membutuhkannya. Tetapi saat ini, kami harus menetapkan standar tertentu. Kami menunggu Rashford, jika dia benar-benar menginginkannya.”
Pada akhirnya, Rashford memilih pindah ke Aston Villa dengan status pinjaman, mengakhiri saga yang penuh drama di Old Trafford.