Antonio Rudiger Angkat Bicara Soal Pelecehan Rasial di Tottenham vs Chelsea

Gilabola.com – Antonio Rudiger akhirnya angkat bicara soal pelecehan rasial yang dialaminya saat Chelsea menang 2-0 di kandang Tottenham Hotspur, Minggu (22/12).

Bek asal Jerman itu menjadi bulan-bulanan pelecehan rasial yang dilakukan sekelompok fans Tottenham Hotspur dalam laga tersebut. Rudiger memberi isyarat kepada kapten tim, Cesar Azpilicueta, dan wasit Anthony Taylor, bahwa ia menjadi korban gerakan-gerakan ofensif menyerupai tingkat monyet yag ditujukan kepadanya, selama paruh kedua laga yang berakhir dengan kemenangan tim tamu itu.

Rudiger pun berharap, pelaku rasial terhadap dirinya bisa ditemukan dan dihukum berat. “Sungguh menyedihkan melihat perilaku rasial di sepakbola, tapi sangat penting untuk bicarakan hal ini di muka umum. Kalau tidak, kasus seperti ini bakal terlupakan dalam beberapa hari mendatang,” tandas Rudiger dalam akun Twitter-nya.

Advertisement
PSG188
PSG188
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Insiden yang tidak menyenangkan itu terjadi setelah Son Heung-min diusir keluar karena menendang bagian dada Rudiger. Keputusan wasit ini diperkirakan membuat suporter tuan rumah marah dan jadikan Rudiger sebagai sasaran rasial mereka.

Segera setelah bek 26 tahun itu melaporkan insiden tersebut kepada kapten dan wasit, Anthony Taylor langsung menerapkan langkah pertama protokol FIFA dalam menangani diskriminasi dalam permainan. Yakni, memperingatkan para penonton di stadion bahwa ‘perilaku rasis sangat mengganggu jalannya pertandingan’ dan meminta pelaku segera hentikan aksi biadab mereka.

Peringatan yang dibacakan host di Stadion Tottenham Hotspur juga mengatakan, ‘harap diingat, sikap rasisme tidak mendapat tempat di dunia sepakbola’. Dua peringatan lagi disampaikan pihak panpel pertandingan, sebelum akhirnya laga dihentikan. Demikian diungkapkan talkSPORT.

Azpilicueta mengonfirmasikan, usai pertandingan Antonio Rudiger melaporkan kejadian itu kepadanya. “Anda tahu, setiap kali kami lakukan pertemuan dengan pihak Liga Premier dan wasit. Sebelum pertandingan, kami telah diminta untuk melapor jika ada insiden rasisme terjadi dalam pertandingan, langsung kepada wasit,” ujar Azplicueta kepada Sky Sports.

“Antonio mendatangi saya dan memberi tahu saya, dia telah diejek dengan nyanyian berbau rasis sehingga saya langsung melaporkannya kepada wasit. Saya menyerahkannya kepada wasit, biar beliau lakukan tugasnya. Kami sangat prihatin dan sadar akan perlakuan ini, kita benar-benar harus menghentikannya,” tegas kapten the Blues asal Spanyol ini.

“Saya tidak tahu, apakah pemain lain mendengar, karena kami langsung bermain dan kemudian ada insiden dengan Son, lalu kartu merah, semuanya mengarah di area ini, di mana hal itu terjadi,” tambahnya.

“Saya berharap, semuanya menjadi jelas dan kita harus memberantasnya sesegera mungkin. Ini bukan hanya masalah sepakbola, tapi juga kehidupan – kita harus bekerja sama memberantas perlakuan ini,” ujar Azpilicueta.

Pihak Tottenham Hotspur sendiri sudah menyatakan akan menindak tegas siapapun pelaku pelecehan rasial terhadap Rudiger. “Kami sekarang sedang lakukan penyelidikan menyeluruh yang akan melibatkan pula pihak Chelsea dan para pemain mereka untuk pengamatan mereka. Segala bentuk rasisme sama sekali tidak bisa diterima dan tidak akan ditoleransi di stadion kami,” demikian pernyataan resmi Hotspur.

Meski diwarnai aksi pelecehan terhadap Antonio Rudiger, Chelsea sepatutnya pulang dari London utara dengan ketiga poin, ketika Willian bukukan dua gol dan menjadi man-of-the-match dalam laga ini. Dua gol tersebut dibukukan pemain asal Brasil ini di babak pertama, dan berhasil membuat skuad asuhan Frank Lampard tersebut kalahkan tim asuhan bekas pelatihnya, Jose Mourinho.

AHABET
AHABET
INDOTOGEL
INDOTOGEL