Arsenal Bakal Cuci Gudang, Posisi Odegaard hingga Nwaneri Tak Lagi Aman!

Arsenal diperkirakan akan melepas beberapa pemain besar pada bursa transfer musim panas mendatang seiring rencana perombakan skuad yang disiapkan Mikel Arteta. Situasi ini membuat masa depan sejumlah nama seperti Martin Odegaard dan Ethan Nwaneri berada dalam tanda tanya, terutama karena persaingan di lini serang semakin padat.

Pandangan tersebut disampaikan mantan pemain The Gunners, Perry Groves, serta kreator konten Arsenal, James Bayliss. Keduanya menilai tidak semua pemain akan mendapat ruang musim depan mengingat kedalaman skuad yang kini dimiliki klub asal London tersebut.

Kedalaman Skuad Mulai Memakan Korban

Arsenal musim ini memiliki banyak opsi di lini tengah dan area serang, khususnya di belakang penyerang. Dampaknya, sejumlah pemain kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.

Eberechi Eze, yang direkrut dari Crystal Palace tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 67,5 juta pound sterling atau sekitar Rp1,35 triliun, baru mencatat 13 kali menjadi starter di Premier League. Ia bahkan empat kali hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan dan cuma dua kali tampil penuh selama 90 menit di liga.

Sementara itu, kapten tim Martin Odegaard memang sempat diganggu tiga cedera berbeda musim ini. Dari 20 penampilannya di liga, ia 13 kali masuk dalam susunan pemain inti pilihan Arteta. Namun performanya juga mendapat sorotan setelah hanya mencetak satu gol dari 26 pertandingan di semua kompetisi, memicu desakan agar ia sempat dicadangkan.

Nama lain yang tak kalah disorot adalah Ethan Nwaneri. Setelah mencetak sembilan gol musim lalu dan diganjar kontrak baru berdurasi lima tahun, kontribusinya musim ini justru minim. Ia hanya enam kali tampil di liga dan semuanya sebagai pemain pengganti. Pada akhirnya, Arsenal memutuskan meminjamkannya ke Marseille demi menjaga perkembangannya di level tim utama.

Menariknya, Nwaneri langsung menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol indah hanya 13 menit dalam debutnya bersama klub Prancis tersebut bulan lalu. Meski begitu, belum ada kepastian apakah pemain berusia 18 tahun itu masih masuk rencana Arteta setelah kembali nanti. Ia juga tercatat sebagai pemain termuda sepanjang sejarah Premier League.

Persaingan di Area yang Sama

Situasi semakin rumit karena Arsenal kini memiliki banyak pemain yang beroperasi di area serupa. Arteta dalam dua laga terakhir bahkan memainkan Bukayo Saka sebagai gelandang serang nomor 10. Peran itu membuat Saka tampil berdampingan dengan rekan setimnya di tim nasional Inggris, Noni Madueke, yang mengisi sisi kanan.

Dalam diskusi di kanal Inside Gooners, James Bayliss mempertanyakan bagaimana Arteta akan mengakomodasi semua pemain yang memiliki kecenderungan bermain di ruang kanan atau half-space kanan.

Menurutnya, Saka dan Nwaneri bisa dimainkan lebih ke tengah, sementara Max Dowman yang merupakan lulusan Hale End juga dinilai memiliki bakat besar meski baru berusia 15 atau 16 tahun. Di sisi lain, Madueke disebut sebagai pemain eksplosif dan cerdas saat menguasai bola.

Dengan komposisi tersebut, peluang bagi beberapa pemain otomatis menyempit. Bayliss menilai kemenangan Piala FA atas Wigan bisa saja menjadi gambaran awal arah tim ke depan, terutama dalam upaya menyatukan para pemain muda dan bintang yang ada.

Sinyal Akan Ada yang Pergi

Perry Groves, yang dua kali menjuarai liga bersama Arsenal pada era Highbury, meyakini tidak semua pemain akan dipertahankan. Ia menilai klub akan membuat keputusan sulit pada akhir musim.

Menurut Groves, kekuatan skuad saat ini justru membuat beberapa nama berpotensi menjadi surplus kebutuhan. Ia juga menegaskan bahwa para pemain tentu ingin bermain reguler, termasuk Nwaneri yang harus bersaing dengan Eze, Odegaard, serta Dowman di posisi yang sama.

Jika perombakan benar-benar terjadi, implikasinya bukan sekadar pergantian pemain, tetapi juga perubahan struktur permainan Arsenal musim depan. Arteta harus memastikan keseimbangan antara memberi ruang bagi talenta muda dan mempertahankan pemain yang masih dianggap penting dalam proyek jangka panjangnya.

Dengan jadwal kompetisi yang padat dan ambisi bersaing di berbagai ajang, keputusan musim panas nanti bisa menjadi penentu arah Arsenal untuk beberapa tahun ke depan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!