
Arsenal memasuki pekan penting dengan dua kabar berbeda arah. Di satu sisi, tim asuhan Mikel Arteta mendapat undian yang relatif bersahabat di Liga Champions dan peluang keuntungan jadwal atas Manchester City. Di sisi lain, rencana memperkuat lini depan berpotensi terbentur harga selangit untuk striker Inter, Pio Esposito.
Kemenangan 4-1 atas Tottenham di derby London utara membuat Arsenal kembali menjauh lima poin di puncak Premier League. Manchester Biru memang masih menyimpan satu laga, tetapi tekanan kini kembali berada di pihak juara bertahan tersebut. Akhir pekan ini, Arsenal akan menjamu Chelsea yang belum menang dalam delapan pertemuan liga terakhir melawan mereka, dengan rincian tiga kali imbang dan lima kekalahan.
Di tengah persaingan ketat itu, isu transfer dan jadwal Eropa bisa ikut menentukan arah musim.
Harga Esposito Jadi Penghalang
Nama Pio Esposito muncul dalam radar Arsenal setelah penampilan produktifnya bersama Inter Milan musim ini. Striker 20 tahun tersebut mencatatkan 13 kontribusi gol di semua kompetisi, termasuk empat di Liga Champions. Musim lalu ia sempat dipinjamkan ke Spezia di Serie B dan menunjukkan perkembangan yang konsisten.
Ketertarikan dari Premier League pun muncul, dan Arsenal disebut sebagai salah satu peminat serius. Situasi lini depan The Gunners memang berpotensi berubah pada musim panas nanti. Viktor Gyokeres mulai menemukan ritme sejak kepindahan mahalnya, tetapi Gabriel Jesus disebut bisa hengkang.
Meski begitu, Inter tidak berada dalam posisi tertekan untuk melepas Esposito. Menurut laporan L’Interista, klub asal San Siro itu bahkan tidak akan mempertimbangkan tawaran sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut menjadi sinyal jelas bahwa Inter ingin menjadikan Esposito bagian inti proyek mereka.
Bagi Arsenal, keputusan untuk menggelontorkan dana sebesar itu jelas tidak sederhana. Selain kebutuhan di lini serang, masih ada area lain dalam skuad yang memerlukan penguatan. Menginvestasikan dana besar untuk pemain muda yang belum teruji di Liga Inggris akan menjadi pertaruhan besar dalam konteks persaingan gelar.
Jalur Lebih Bersahabat di Liga Champions
Jika di bursa transfer Arsenal mendapat peringatan keras, situasinya berbeda di panggung Eropa. Undian babak 16 besar Liga Champions mempertemukan Arsenal dengan Bayer Leverkusen.
Apabila lolos, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Bodo/Glimt atau Sporting di perempat final. Bandingkan dengan jalur Manchester Biru yang harus bertemu Real Madrid di 16 besar, lalu berpotensi menghadapi Bayern Munich di delapan besar jika kedua tim lolos dari lawan masing-masing.
Perbedaan tingkat kesulitan itu bukan sekadar soal peluang lolos. Jadwal juga memainkan peran penting. Perempat final Liga Champions dijadwalkan pada 7-8 April dan 14-15 April. Leg kedua akan berlangsung tepat sebelum Arsenal dan Manchester Biru saling berhadapan dalam laga yang bisa menjadi penentu gelar Premier League.
Artinya, Manchester Biru berpotensi menjalani pekan berat jika harus menghadapi Bayern Munich sebelum menjamu Arsenal. Pep Guardiola bisa dipaksa melakukan rotasi yang tidak ideal di salah satu ajang. Sebaliknya, bila Arsenal mampu mengamankan keunggulan nyaman di leg pertama perempat final, Arteta memiliki ruang lebih besar untuk mengatur beban pemain jelang duel langsung tersebut.
Dalam perburuan gelar yang margin kesalahannya sangat tipis, detail seperti undian dan jadwal bisa memberi dampak nyata. Arsenal kini berada dalam posisi yang relatif menguntungkan secara kompetitif. Tantangannya adalah menjaga konsistensi di lapangan, sambil membuat keputusan tepat di bursa transfer agar momentum musim ini tidak terbuang percuma.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!