Arsenal Diakui Ljungberg Ketakutan Lawan Brighton

Arsenal Diakui Ljungberg Ketakutan Lawan Brighton

Gilabola.com – Arsenal diakui Ljungberg ketakutan dan tidak percaya diri saat lawan tim papan bawah Liga Inggris, Brighton and Hove Albion.

Freddie Ljungberg dilaporkan Mirror menyatakan bahwa Arsenal ‘ketakutan’ dan ‘tidak percaya diri lagi’ saat menderita kekalahan kandang pertama di Brighton pada pertandingan keduanya. Situasi mereka sangat parah dan wajar jika para suporter semakin marah.

Ljungberg mengatakan: “Tadi itu adalah laga yang sangat sulit. Kami tidak hadir di babak pertama, sama sekali tidak bekerja keras dan ingin bermain untuk menang.”

“Bagian yang sulit bagi saya adalah mereka terlihat sangat kekurangan kepercayaan ciri saat bertanding. Mereka sangat ketakutan untuk mendapatkan bola, sangat ketakutan untuk bergerak dan mereka hanya berdiri diam saja,” keluhnya lagi.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Pada saat pergantian waktu kami berkata: ‘Ini bukan The Gunners yang kami tahu, kami harus mencari celah (untuk cetak gol),’ Itulah yang ingin saya lihat dari mereka semua.”

“Babak kedua kami masih lebih baik. Ini perhatian untuk setiap pelatih, kurangnya kepercayaan diri para pemain. Sudah jelas bahwa kegugupan dari kerumunan suporter dapat mempengaruhi pemain, tidak peduli sehebat apapun kualitas yang mereka miliki.”

Para pemain Arsenal merasa tertekan saat bertanding

“Mereka juga manusia seperti semua orang (yang bisa merasa gugup). Mereka ingin melakukannya dengan baik, dan mereka malah merasakan tekanan hebat. Kami hanya perlu menggali kemenangan untuk mendapatkan kepercayaan diri lagi (di laga-laga selanjutnya).”

Kapten Pierre-Emerick Aubameyang bahkan kabur meninggalkan lapangan untuk istirahat ke toilet sebelum akhir. “Dia lari dan buru-buru kembali dua atau tiga menit kemudian,” kata Ljungberg. “Jika Anda merasa buruk ya Anda akan merasa buruk, Anda dapat mengubahnya.”

Hector Bellerin mengaku: “Saya tidak tahu harus berkata apa lagi ke kalian. Saya punya perasaan bahwa apa pun yang kami lakukan itu tetap saja tidak benar.”