Arsenal kembali dihadapkan pada momen krusial musim ini, dan di tengah tekanan perebutan gelar Premier League, muncul satu nama dari Serie A yang disebut-sebut bisa menggantikan Viktor Gyokeres di lini depan. Bursa transfer musim panas belum dibuka, tetapi rumor soal calon striker baru sudah mulai menghangat.
Hasil imbang 2-2 melawan Wolves setelah sempat unggul dua gol menjadi alarm bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Keunggulan lima poin atas Manchester City memang masih bertahan, tetapi sang juara bertahan memiliki satu laga lebih sedikit. Situasi ini membuat setiap pertandingan terasa seperti final.
Akhir pekan ini, Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam derby yang sarat gengsi. Arteta berharap timnya segera bangkit demi menjaga peluang meraih gelar yang selama beberapa musim terakhir selalu lepas di momen krusial.
Nama yang kini dikaitkan dengan Arsenal adalah Pio Esposito, penyerang muda milik Inter Milan. Laporan Tuttomercatoweb menyebut Arsenal mempertimbangkan langkah konkret pada akhir musim.
Esposito baru berusia 20 tahun dan dinilai sebagai salah satu prospek cerah di Italia. Ia bergabung dengan Inter pada 2014 setelah meninggalkan Brescia, lalu menapaki jenjang akademi hingga menembus tim utama pada 2023.
Pada tahun yang sama, ia dipinjamkan ke Spezia untuk mendapatkan jam terbang. Di sana, penyerang asal Campania itu mencetak 22 gol dari 79 pertandingan dalam dua periode berbeda di Stadio Alberto Picco. Setelah kembali ke Inter, ia menambah delapan gol dari 35 penampilan.
Kontraknya di San Siro masih berlaku hingga Juni 2030. Artinya, Inter tidak berada dalam tekanan untuk melepasnya dan bisa menunggu tawaran terbaik.
Masa Depan Gyokeres Dipertanyakan?
Musim lalu, Arsenal mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP untuk memperkuat lini serang. Namun performanya belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.
Sejak kembali ke Inggris, Gyokeres mencetak 13 gol dari 35 pertandingan, delapan di antaranya di ajang liga. Catatan tersebut terbilang cukup, tetapi belum bisa disebut tajam secara konsisten untuk ukuran tim yang memburu gelar.
Bahkan pada Desember lalu, legenda Inggris Gary Lineker sempat berkomentar, “Gyokeres sudah datang dan saya melihatnya, dan saya tidak bermaksud kasar, tetapi dia tidak berada di level yang sama dengan Erling Haaland.”
Jika ada klub yang bersedia menebus sesuai valuasi Arsenal, bukan tidak mungkin Gyokeres dilepas. Dalam konteks itu, Esposito yang tujuh tahun lebih muda bisa dianggap sebagai proyek jangka panjang yang lebih sesuai.
Arsenal kini tidak hanya berperang di bursa transfer, tetapi juga di papan klasemen Liga Inggris. Manchester City sudah terbiasa menghadapi tekanan dalam perburuan gelar, sementara Arsenal harus menunjukkan kedewasaan agar tidak kembali terpeleset.
Derby melawan Tottenham akhir pekan ini menjadi ujian berikutnya. Jika ingin tetap di jalur juara, Arsenal tak boleh lagi membuang poin. Dan di balik persaingan sengit tersebut, masa depan lini depan mereka bisa saja segera berubah.

