Arsenal Kutuk Serangan Terhadap Jordi Osei-Tutu

Arsenal Kutuk Serangan Terhadap Jordi Osei-Tutu

Gilabola.com – Arsenal kutuk serangan terhadap Jordi Osei-Tutu. Klub Liga Inggris itu tidak mentolerir segala aksi rasisme terhadap pemain mereka.

Arsenal langsung mengutuk ‘penyalahgunaan rasial yang tidak dapat diterima’ terhadap Jordi Osei-Tutu selama laga persahabatan pramusim saat melawan pihak Jerman, VfL Bochum. Aksi ejekan tersebut tidak bisa mereka terima.

Pemain yang berusia 20 tahun itu terlihat tak tahan dan meninggalkan lapangan sambil menangis setelah menerima pelecehan dari pemain lawan selama bentrokan Bochum dengan pihak Swiss St Gallen pada Selasa malam waktu setempat. The Mirror klaim jika Osei-Tutu disebut “Dasar hitam T … (sensor)” oleh salah satu lawannya dan membuatnya menangis dan pergi dari lapangan.

Bek tersebut tampaknya terjebak dalam pertengkaran dengan pencetak gol St Gallen Sliman Kchouk dan terlihat protes dengan wasit tak lama setelah perseteruan mereka. Osei-Tutu akhirnya masih mau kembali ke lapangan karena ia mengatakan jika insiden itu tidak akan mencegah dia dari menyelesaikan pertandingan.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Kubu The Gunners cepat mengutuk pelecehan rasial dan mengatakan mereka memberikan ‘dukungan penuh’ untuk Osei-Tutu. “Tadi malam Jordi Osei-Tutu menerima pelecehan rasial yang tidak dapat diterima saat bermain untuk VfL Bochum selama pertandingan pramusim melawan klub Swiss St Gallen,” rilis pernyataan klub.

“Kami bekerja sama dengan Bochum dan Jordi dan kami memberinya dukungan penuh kami. Rasisme tidak memiliki tempat dalam permainan kami dan kami tidak mentolerir segala bentuk aksi diskriminasi.”

Sang pemain mengaku dia sangat kecewa oleh insiden itu. “Saya sangat kecewa bahwa saya disiksa soal ras saya,” ujar Osei-Tutu. “Tak seorang pun harus pernah mendapatkan perlakuan didiskriminasi dan sangat sulit untuk memahami bagaimana sesama pemain sepak bola profesional dapat berperilaku tidak hormat dengan cara seperti ini.”

Masalah rasisme sudah beberapa kali terjadi, termasuk di musim lalu. Paul Pogba sendiri pernah memberikan tips bagaimana menghadapi hal ini, namun sepertinya masalah ini masih akan ada hingga musim depan.

Kick it out, kelompok anti-diskriminasi, berkata: “Sebelum musim bahkan telah dimulai seorang pemain muda telah mengalami pelecehan rasis yang memuakkan. Jika ada yang ragu tentang dampak menghancurkan penyalahgunaan tersebut dapat melihat rekaman Jordi Osei-Tutu. Setelah musim lalu kita hanya bisa berharap jika insiden ini bukan tanda suram dari musim yang akan datang.”