Site icon Gilabola.com

Arsenal Pertimbangkan Brahim Diaz Jika Kehilangan Martin Odegaard

Brahim DIaz pemain Real Madrid

Arsenal mulai memetakan langkah antisipasi terkait masa depan Martin Odegaard, menyusul laporan yang menyebutkan sang kapten berpotensi meninggalkan klub pada 2026. Dalam situasi tersebut, Brahim Diaz dari Real Madrid disebut sebagai salah satu pemain yang masuk dalam radar The Gunners.

Ketertarikan ini muncul di tengah kondisi finansial Arsenal yang perlu dijaga ketat. Setelah mencatatkan pengeluaran bersih terbesar di dunia pada bursa transfer musim panas lalu, klub London Utara tersebut harus berhitung cermat demi mematuhi aturan UEFA, khususnya terkait Squad Cost Ratio.

Meski meraih trofi besar bisa membantu menstabilkan kondisi keuangan, hal itu dinilai belum tentu cukup. Arsenal masih berpeluang melepas satu atau dua pemain penting pada akhir musim demi menjaga keseimbangan anggaran.

Beberapa nama sudah dikaitkan dengan potensi penjualan, mulai dari Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, Kai Havertz, hingga Martin Odegaard sendiri. Sang kapten bahkan dikabarkan menarik minat Real Madrid, yang disebut tertarik membawanya kembali ke Spanyol.

Ketertarikan Arsenal pada Brahim Diaz

Menurut laporan Africa Foot, Arsenal memiliki minat serius terhadap Brahim Diaz. Klub Liga Inggris tersebut bahkan sempat mencoba merekrut pemain berusia 26 tahun itu pada hari terakhir bursa transfer, ketika Andrea Berta mencari pengganti darurat akibat cedera yang dialami Mikel Merino.

Namun, upaya tersebut ditolak mentah-mentah oleh Real Madrid. Meski demikian, masa depan Brahim diperkirakan kembali menjadi sorotan pada musim panas mendatang, walaupun ia disebut-sebut hampir menyepakati perpanjangan kontrak.

Selama berada di Santiago Bernabeu, Brahim belum mampu mengamankan posisi sebagai pemain inti secara konsisten. Dengan kualitas yang dimilikinya, ia dinilai terlalu bagus untuk terus berada dalam peran pelapis.

Kesesuaian dengan Arsenal dan Arteta

Brahim memiliki hubungan kerja yang cukup dekat dengan Mikel Arteta. Keduanya pernah menghabiskan tiga musim bersama di Manchester City pada periode 2016 hingga 2019, yang menjadi modal penting dalam potensi kerja sama di Arsenal.

Dari sisi analisis data, Brahim juga dinilai cocok dengan gaya permainan The Gunners. Lembaga analitik SciSports mencatat bahwa Arsenal memiliki nilai kecocokan 73 untuk sang pemain, hanya berada di bawah Newcastle dan AS Roma.

Satu-satunya kekhawatiran berkaitan dengan jatah bermain. Namun, persoalan tersebut diyakini tidak akan menjadi masalah jika Odegaard benar-benar hengkang. Dalam situasi itu, peluang tampil reguler akan terbuka lebar bagi Brahim.

Pihak internal menilai kepindahan ke Emirates Stadium dapat membantu perkembangan kariernya. Lingkungan kompetitif Arsenal diyakini mampu mendorong Brahim untuk tampil lebih konsisten dan berkembang menjadi pemain kelas dunia.

Meski sebagian pendukung Arsenal mungkin keberatan jika Brahim direkrut sebagai pengganti Odegaard, kondisi kebugaran sang kapten yang kerap terganggu dalam beberapa musim terakhir menjadi pertimbangan tersendiri. Dalam konteks tersebut, langkah mendatangkan Brahim bisa menjadi keputusan yang masuk akal secara jangka panjang.

Exit mobile version