Arsenal Sulit Bangkit, Sheffield Jadi Kambing Hitamnya

Arsenal Sulit Bangkit, Sheffield Jadi Kambing Hitamnya

Gilabola.com – Arsenal sulit bangkit di Liga Inggris, Sheffield United malah jadi kambing hitamnya. Setidaknya menurut penjelasan Unai Emery.

Arsenal sendiri mulai memperlihatkan tanda-tanda membaik di tangan Mikel Arteta. Meski membaik, Futaa melaporkan jika klub Premier League itu sulit bangkit karena laga Unai Emery saat lawan Sheffield United.

Lumayan kesal, Emery perlu waktu beberapa bulan baru mau membahas masa-masa muramnya saat masih memoles The Gunners. Mengumpulkan keberanian untuk jujur, Emery lantas menyatakan jika kekalahan skor 1-0 saat timnya melawan Sheffield adalah sumber dari segala masalah Meriam London.

Kubu The Gunners telah menjalani awal musim terburuk mereka dan gagal memalukan saat masih dipoles Emery dalam 7 laga. Catatan itu bahkan menjadi yang paling buruk sejak tahun 1992 hingga mencoreng muka sang mantan pelatih.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sempat ditangani sebentar oleh Freddie Ljungberg, The Gunners kini masih deg-degan menantikan hasil-hasil pertandingan yang melegakan. Banyak yang heran kenapa tim sehebat Meriam London bisa berubah jadi mengenaskan.

Arsenal harus bertanding lebih baik lagi

“Pertandingan melawan Sheffield adalah titik balik dari semua ini (kalah 1-0). Dalam satu bulan saja, semuanya hancur berantakan dan kami jadi tak bisa memenangkan 7 pertandingan. Situasi menyesakkan batin ini lantas memunculkan pertanyaan ‘apa yang terjadi pada kita?’ menjadi bagaikan bola salju yang terus membesar saat menggelinding,” ujar Emery kepada Guillem Balaque.

“Kami terus berusaha mencari jalan untuk secara taktis menggabungkan Aubameyang, Mesut Ozil dan Alexandre Lacazette.. Hasilnya tetap saja tidak menang-menang. Tim harus bertanding dengan penuh energi, solid dalam bertahan, kompak saat menyerang dan agresif.”

“Saya pikir kami bisa memutarbalikkan segalanya, tapi kami juga menyadari untuk mencapai hal itu perlu banyak mengambil keputusan dan tanggung jawab,” pungkasnya.