Arsene Wenger Kagumi Perjuangan Adaptasi Kai Havertz di Chelsea

Gilabola.com – Mantan manajer legendaris Arsenal Arsene Wenger mengatakan dia cukup kagum dengan perjuangan awal Kai Havertz di Chelsea dan sembari juga memberikan penilaian kepada penyerang Jerman lain di Stamford Bridge, Timo Werner.

Kai Havertz datang dengan ekspektasi tinggi usai bergabung dengan Chelsea musim panas lalu dalam kesepakatan rekor transfer klub senilai Rp 1,4 Trilyun dari Bayer Leverkusen, di mana dia mencetak 18 gol dan sembilan assist dalam 45 penampilannya di musim 2019/2020.

Tapi musim debutnya tak berjalan mulus di London Barat, hanya mencetak satu gol dan dua assist di Premier League selama bermain di bawah asuhan Frank Lampard, tapi dia kemudian meningkatkan performanya sejak kedatangan Thomas Tuchel.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Kai Kavertz akhirnya berhasil mengakhiri musim dengan sembilan gol dan sembilan assist dalam 45 penampilan di semua kompetisi musim ini, termasuk gol kemenangan krusial di final Liga Champions atas Manchester City pada Minggu (30/6) dini hari WIB.

Eks bos legendaris Arsenal Arsene Wenger sangat mengagumi bagaimana perjuangan playmaker berusia 21 tahun itu untuk mengatasi masa adaptasinya di musim debutnya bersama Chelsea sebelum akhirnya menutup musim 2020/2021 dengan sangat baik.

Channel Gilabola di Youtube

“Saya percaya Havertz sangat mengecewakan pada awalnya,” kata manajer pemenang tiga trofi Premier League dan tujuh Piala FA itu kepada beIN SPORTS. “Saya menyukainya dan saya cukup kagum betapa banyak kesulitan yang dia alami di awal untuk kemudian menyelesaikannya dengan baik.”

“Dia menyesuaikan diri, beradaptasi, dia kembali, dia menderita, dia menghabiskan waktunya di bangku cadangan dan kembali lagi. Bagi saya, dia adalah pemain yang sangat menjanjikan. Saya akan bertaruh padanya untuk masa depan.”

Arsene Wenger juga mengagumi bintang Jerman lain di skuad Chelsea Timo Werner, yang mengalami musim pertama yang campur aduk di Stamford Bridge, mencetak 12 gol dan 15 assist dalam 52 penampilan di semua kompetisi, tapi kerap dikritik karena kurangnya kualitas finishingnya di depan gawang.

“Saya suka kualitas larinya,” tambah juru taktik asal Prancis itu. “Saya suka gerakannya, tapi tidak dengan tingkat konversi peluangnya. Dia sebenarnya tak terlalu bagus, tapi dia bisa menjadi favorit untuk memenangkan penghargaan pemain terbaik di Euro 2020.”

AHABET
AHABET