Arsene Wenger Kangen Latih Klub Premier League

Arsene Wenger Kangen Latih Klub Premier League

Gilabola.com – Arsene Wenger kangen melatih klub Premier League lagi. Mantan manajer klub Liga Inggris Arsenal itu kembali membahas dunia bola.

Arsene Wenger masih paham satu atau dua hal tentang hal tertinggi dan terendah di dunia sepak bola. Selama 22 tahun di Arsenal, sang manajer Prancis telah menikmati banyak keberhasilan, termasuk tiga gelar Liga Premier dan tujuh keberhasilan Piala FA, meskipun ia juga mengalami masa paceklik sembilan tahun hingga diusir fans sendiri.

Selama masa pengabdiannya, opa yang satu ini memiliki hubungan benci tapi rindu juga dengan fans The Gunners pada akhir masa jabatannya di klub London Utara tersebut. Ia akhir cerita harus meninggalkan klub tersebur di tahun 2018 untuk digantikan oleh Unai Emery.

Kini Wenger kembali merindukan jadi pelatih kembali di klub Liga Inggris. Ia telah berbicara tentang pentingnya penggemar sepak bola, dan berapa banyak rasa hormat yang dia miliki untuk mereka, saat menjadi tamu di sebuah acara FWA Live bersama Gary Lineker, Paul Elliot, Les Ferdinand, dan Henry Winter.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Sebagai seorang pria Perancis yang datang ke Inggris, sebuah negara dengan banyak hati dan gairah, dan sebuah negara olahraga dan negara musik juga, yang menuntut hati yang besar,” ujar Wenger dilaporkan Football London.

Arsene Wenger menilai dunia bola Inggris tidak sehat

“Pada saat mereka mencintaimu, ya mereka mencintaimu sepenuh hati. Dan ketika mereka membenci Anda, ya mereka membenci dengan sepenuh hati juga. Tapi secara keseluruhan, harus saya katakan kalau saya sangat mengagumi banyak aspek di budaya Inggris.”

Pada kesempatan yang sama, pria yang masih gesit main bola itu juga berbicara tentang masa depan sepak bola dan perubahan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Membahas mulai dari peningkatan keuangan dalam olahraga dengan jumlah pemilik asing yang terlibat dalam Sepakbola Inggris sekarang.

“Sangat sulit dan bukan itu yang biasa kita lakukan, saya pernah menghabiskan masa-masa dengan masalah seperti itu (masalah dukungan keuangan dari pemilik asing), sekarang apa yang saya dapatkan kembali dalam hal keuangan?”

“Ini lebih merupakan pertanyaan rasionalitas saya, tetapi juga sebagai gairah, ego, apa yang akan membawanya kembali pada publisitas, dan emosi. Kondisi sekarang telah menjadi lebih irasional (tidak masuk akal) lagi daripada dulu.”