Gilabola.com – Arsenal ditahan Nottingham Forest tanpa gol. Mikel Arteta geram usai penalti mereka tak diberikan wasit meski VAR sudah dilibatkan!
Arsenal harus puas membawa pulang satu poin dari markas Nottingham Forest usai laga berakhir imbang tanpa gol. Namun, sorotan utama bukan hanya soal hasil, melainkan keputusan wasit yang membuat Mikel Arteta naik pitam.
Pelatih The Gunners itu menilai timnya dirampas penalti yang sangat jelas, sebuah momen yang menurutnya bisa mengubah jalannya pertandingan di babak kedua.
Insiden Handball Ola Aina Jadi Pusat Kontroversi
Momen krusial terjadi di paruh kedua laga. Ola Aina terlihat melakukan handball di dalam kotak penalti saat berusaha melindungi bola bersama Elliot Anderson di dekat garis samping.
Bola tampak mengenai lengannya, namun wasit tak menunjuk titik putih. VAR yang dipimpin Darren England kemudian menilai bola lebih dulu mengenai bahu Aina, sementara posisi tangannya dianggap alami.
Keputusan itulah yang membuat kubu Arsenal merasa kena mental.
Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya selepas laga. Ia menegaskan Arsenal sebenarnya sudah menciptakan banyak peluang emas.
Menurutnya, Gabriel Martinelli sempat mendapat kesempatan dengan gawang terbuka, Declan Rice memperoleh peluang tap-in, lalu ada peluang dari Mikel Merino dan sundulan Bukayo Saka. Namun semua itu gagal berbuah gol.
Di atas segalanya, Arteta kembali menekankan bahwa insiden handball tersebut adalah penalti yang sangat jelas dan sulit dipahami mengapa tak diberikan.
Penjelasan PGMOL Dinilai “Tidak Benar”
Tak hanya memprotes keputusan di lapangan, Arteta juga menyoroti penjelasan resmi dari PGMOL. Ia mengakui bola memang mengenai bahu terlebih dahulu, tetapi setelah itu jelas ada sentuhan tangan.
Menurutnya, urutan kejadian mungkin benar, tetapi waktu dan niat pemain dalam membersihkan bola terlalu jelas untuk diabaikan. Baginya, penjelasan tersebut sama sekali tidak masuk akal.
Poin Hilang, Arsenal Gagal Menjauh di Puncak Klasemen
Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap berada di puncak klasemen, namun hanya unggul tujuh poin, bukan sembilan. Situasi ini terjadi setelah Manchester City, sang pesaing terdekat, justru tumbang di markas Manchester United.
Di sisi lain, Nottingham Forest patut bersyukur. Tambahan satu poin membuat mereka kini unggul lima angka dari West Ham yang berada di zona degradasi.
Menariknya, pandangan berbeda datang dari kubu Forest. Sean Dyche justru menilai keputusan wasit sudah tepat.
Menurutnya, jika handball seperti itu diberikan penalti, maka sepak bola kehilangan esensinya. Ia bahkan menyebut sepak bola sebaiknya dibatalkan saja jika keputusan semacam itu terus terjadi.
Dyche juga menyinggung soal pemain yang pura-pura cedera, yang menurutnya lebih layak menjadi fokus pengawasan wasit ketimbang insiden handball seperti ini.
Opini Gilabola
Kami melihat kontroversi ini berpotensi menjadi titik krusial dalam perburuan gelar Premier League. Di fase musim seperti sekarang, kehilangan dua poin bisa berdampak besar, apalagi saat margin di papan atas semakin ketat.
Jika keputusan penalti ini terus menjadi perdebatan, tekanan terhadap VAR dan PGMOL jelas akan semakin besar. Bukan tidak mungkin, isu konsistensi wasit kembali mendominasi narasi liga dalam beberapa pekan ke depan.
Pertanyaannya sekarang, mampukah Arsenal menjaga fokus mereka? Atau justru rasa frustrasi ini akan menggerus momentum Sang Meriam London dalam duel-duel penentuan berikutnya?

