Manchester United mengawali 2026 dengan persiapan menghadapi Leeds United, di tengah evaluasi performa yang belum stabil, pengakuan Ruben Amorim soal kesulitan timnya, serta penjelasan Rasmus Hojlund mengenai kepindahannya ke Napoli setelah merasa tidak masuk rencana klub untuk musim ini.
Laga melawan Leeds United di Elland Road menjadi momen penting bagi United untuk memperbaiki kesan setelah menutup 2025 dengan hasil mengecewakan. Pertandingan ini juga bertepatan dengan dibukanya bursa transfer Januari yang memberi ruang perubahan bagi Amorim.
Manchester United masih berupaya menjaga peluang lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Sejumlah nama dikaitkan dengan potensi masuk dan keluar skuad, seiring pelatih kepala mempertimbangkan apakah solusi datang dari pemain muda atau perombakan tim utama.
Tekanan terhadap Amorim meningkat setelah hasil imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers. Dalam laga tersebut, Manchester United gagal mengamankan kemenangan meski bermain di kandang sendiri dan harus menerima reaksi keras dari pendukung.
Keputusan Amorim di Laga Wolves
Amorim mengakui sengaja tidak menurunkan lebih banyak pemain akademi ketika timnya mencari gol kemenangan. Dia menilai kondisi pertandingan tidak ideal untuk menambah beban pemain muda di tengah banyaknya perubahan posisi dan absennya sejumlah pemain inti.
Dalam pertandingan itu, Amorim menarik Joshua Zirkzee di jeda babak dan memasukkan Jack Fletcher. Dia juga memberi menit bermain kepada Leny Yoro dan Bendito Mandato, namun tetap menahan Shea Lacey serta Chido Obi di bangku cadangan.
Amorim menjelaskan bahwa memasukkan pemain muda dalam situasi tim yang belum stabil justru berisiko membuat mereka kesulitan. Dia menilai pendekatan tersebut berbeda dibandingkan ketika tim memiliki struktur permainan yang sudah berjalan baik.
Menurut Amorim, kondisi di lapangan menunjukkan timnya akan menghadapi masalah di beberapa aspek permainan. Penilaian itu menjadi alasan mengapa dia memilih langkah yang lebih berhati-hati dalam rotasi pemain.
Hasil imbang tersebut memperpanjang catatan inkonsistensi Manchester United musim ini. Klub masih mencari keseimbangan antara kebutuhan hasil instan dan proses pembangunan skuad di bawah kepemimpinan pelatih baru.
Di tengah situasi itu, bursa transfer Januari dipandang sebagai kesempatan penting. Amorim disebut ingin memperkuat tim agar performa Manchester United tidak kembali terpuruk seperti sepanjang sebagian besar 2025.
Hojlund dan Keputusan Tinggalkan Old Trafford
Selain isu taktik dan hasil pertandingan, perhatian juga tertuju pada pernyataan Rasmus Hojlund. Penyerang berusia 22 tahun itu menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester United pada musim panas lalu.
Hojlund awalnya berniat bertahan di Old Trafford dan memperjuangkan tempatnya. Namun, situasi berubah setelah klub menyampaikan dengan jelas bahwa dia tidak masuk rencana utama untuk musim berjalan.
Kondisi tersebut membuat Hojlund terbuka terhadap opsi lain. Ketika Napoli datang dengan ketertarikan konkret, dia melihat peluang untuk melanjutkan karier di lingkungan yang memberi kepercayaan lebih besar.
Hojlund menilai absennya Manchester United dari kompetisi Eropa juga berperan dalam proses kepindahannya. Napoli dianggap melihat celah untuk merekrutnya, sementara dia sendiri langsung menyatakan ketertarikan kuat kepada pihak terdekatnya.
Keputusan pindah ke Napoli terbukti berdampak positif. Hojlund sudah melampaui catatan gol liganya musim lalu dengan mencetak enam gol dari 12 penampilan Serie A, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan peran yang lebih jelas.

