
Andoni Iraola selangkah lagi resmi memulai petualangan barunya di Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu sudah tiba di Merseyside pada Kamis sore WIB untuk menyelesaikan proses perkenalannya sebagai nakhoda baru The Reds.
Kedatangan Iraola menjadi sorotan besar setelah Liverpool memutuskan berpisah dengan Arne Slot pekan lalu. Keputusan itu cukup mengejutkan mengingat Slot baru satu musim menangani klub dan sukses mempersembahkan gelar liga ke-20 dalam sejarah Liverpool.
Iraola terbang dari San Sebastian menggunakan jet pribadi dan mendarat di Bandara Liverpool John Lennon sekitar pukul 16.45 WIB. Pihak bandara bahkan sempat memberi isyarat kedatangannya melalui unggahan di media sosial.
Pelatih berusia 43 tahun tersebut datang dengan reputasi yang sedang menanjak. Selama tiga musim membesut Bournemouth, ia berhasil membawa klub itu mencatat pencapaian bersejarah dengan mengamankan tiket ke Liga Europa musim lalu.
Menariknya, Bournemouth hanya terpaut tiga poin dari Liverpool di klasemen akhir kompetisi.
Kini tantangan yang jauh lebih besar sudah menanti. Iraola akan memimpin tim yang tampil di Liga Champions, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebagai pelatih saat menangani AEK Larnaca, Mirandes maupun Rayo Vallecano.
Meski begitu, pengalaman di level tertinggi bukan hal asing baginya. Saat masih aktif bermain bersama Athletic Bilbao, Iraola pernah tampil di kompetisi elite Eropa dan bahkan dipercaya menjadi kapten tim di bawah arahan Marcelo Bielsa.
Kariernya sebagai pemain juga membawanya membela tim nasional Spanyol pada era keemasan La Roja. Menjelang pensiun, ia sempat bermain bersama Frank Lampard, Andrea Pirlo, dan David Villa di New York City FC.
Muncul Keraguan dari Eks Penyerang Liverpool
Di tengah antusiasme menyambut kedatangan Iraola, mantan striker Liverpool Dean Saunders justru mengungkapkan pandangan berbeda.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Pemenang Piala FA 1992 bersama Liverpool itu menilai klub semestinya lebih dulu mengejar pelatih-pelatih yang sudah terbukti sukses sebelum menjatuhkan pilihan kepada Iraola.
Nama pertama yang disebut Saunders adalah Jurgen Klopp. Menurutnya, Liverpool seharusnya berusaha membawa kembali sosok yang pernah mengubah wajah klub tersebut.
Tak berhenti di situ, Saunders juga menyebut Pep Guardiola, Jose Mourinho, Luis Enrique, dan Carlo Ancelotti sebagai kandidat yang menurutnya layak dipertimbangkan.
“Liverpool bisa membayar siapa pun yang mereka inginkan. Kalau memang memecat Slot, saya akan berpikir siapa pelatih terbaik yang bisa didapatkan,” kata Saunders kepada talkSPORT.
Ia menilai Klopp dan Guardiola merupakan sosok yang sudah terbukti mampu memenangkan pertandingan dan gelar secara konsisten.
Saunders juga memasukkan Mourinho ke dalam daftar pilihannya karena rekam jejak panjang sang pelatih asal Portugal.
Menurutnya, Liverpool seharusnya mencoba mendekati nama-nama besar tersebut sebelum beralih kepada pelatih muda seperti Iraola, Xabi Alonso, atau Steven Gerrard.
Opini GilaBola.com
Keraguan Dean Saunders bisa dipahami karena Liverpool adalah klub yang selalu dituntut meraih trofi. Namun, menilai Iraola hanya karena statusnya sebagai mantan pelatih Bournemouth terasa kurang adil.
Dalam beberapa musim terakhir, Iraola menunjukkan kemampuan membangun tim yang agresif, berani menekan lawan, dan bermain dengan intensitas tinggi. Karakter itu justru cukup dekat dengan identitas yang pernah membuat Liverpool sangat sukses di era Jurgen Klopp.
Nama besar memang menjanjikan. Tetapi sepak bola modern berkali-kali membuktikan bahwa proyek yang tepat sering kali lebih penting daripada reputasi semata.
