Pierre-Emerick Aubameyang Lancarkan Taktik Busuk Terkait Transfer ke Arsenal

Liga Inggris, Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang

Beginilah taktik busuk Pierre-Emerick Aubameyang saat berusaha paksakan transfer dari Borussia Dortmund ke Arsenal musim dingin lalu.

Menurut cerita mantan pelatih Borussia Dortmund, Peter Stoger, Pierre-Emerick Aubameyang lakukan segala cara untuk paksakan transfernya ke Arsenal. Pemain itu lewatkan pertemuan terakhir tim sebelum pertandingan, dan menolak berlari selama sesi latihan. Itu hanya dua dari taktik busuk pemain Gabon tersebut selama hari-hari terakhirnya di Borussia Dortmund.

The Gunners habiskan 1,08 triliun rupiah untuk striker asal Gabon tersebut pada Januari lalu. Dia membuat dampak langsung dengan mencetak 10 gol dalam 13 penampilannya di Premier League pada bulan-bulan terakhir Arsene Wenger di Stadion Emirates.

Peter Stoger ungkapkan bagaimana pemain berusia 29 tahun itu membuat hidupnya terasa sangat sulit selama bulan-bulan terakhir pekerjaannya di klub itu. “Dia (Aubameyang) tidak memberi saya pilihan lain. Dia berlatih dengan baik selama empat hari dalam sepekan,” kata Stoger kepada Sport Bild.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Tetapi untuk memperlihatkan keinginannya pindah ke Arsenal, ia melewatkan rapat tim sebelum pertandingan, dan menolak untuk berlari selama sesi latihan terakhir [sebelum pertandingan],” tambahnya.

“Kami melakukan yang terbaik untuk mempertahankannya setidaknya selama setengah tahun lagi, tetapi Auba tidak siap untuk itu,” tegas pelatih asal Austria tersebut.

Aubameyang Minta Maaf pada Stoger

“Sejujurnya, hubungan saya dengannya baik-baik saja, meskipun dia membuat saya cukup sibuk selama empat pekan. Tapi Auba secara pribadi meminta maaf kepada saya sebelum bergabung dengan Arsenal.”

“Dia mengatakan kepada saya bahwa perilakunya tidak ada hubungannya dengan saya, dan bahwa dia telah merasakan dukungan saya,” pungkasnya.

Stoger meninggalkan Signal Iduna Park setelah hanya memimpin tim dalam 19 pertandingan. Dia berhasil membawa Dortmund untuk berlaga di Liga Champions musim ini dengan finis di urutan keempat, unggul selisih gol dari peringkat kelima, Bayer Leverkusen.