
Bek tengah Tottenham Hotspur, Micky van de Ven, dikabarkan menarik perhatian dua klub besar Premier League, Manchester United dan Liverpool, yang sama-sama mempertimbangkan merekrutnya.
Manchester United hanya bisa menyaksikan jalannya pertandingan putaran kelima Piala FA akhir pekan ini. Situasi tersebut membuat mereka kembali merenungkan kekalahan 2-1 dari Newcastle United di Premier League pada Rabu lalu.
Kekalahan itu menjadi hasil negatif pertama Michael Carrick sejak dipercaya menangani Setan Merah. Namun, pelatih tersebut dapat beralasan karena dua bek tengah andalan, Lisandro Martinez dan Matthijs de Ligt, tidak dapat bermain saat menghadapi Newcastle.
Selain itu, sejumlah pemain bertahan lain seperti Harry Maguire juga kerap dilanda cedera. Kondisi tersebut membuat Manchester United kemungkinan besar akan mencari tambahan pemain di lini belakang pada bursa transfer musim panas.
Menurut laporan Daily Mail, Manchester United dan Liverpool sama-sama memantau situasi Van de Ven. Kedua klub disebut sudah mengetahui bahwa bek Tottenham itu berpotensi tersedia di pasar transfer jika klubnya mengalami degradasi.
Alasan Micky van de Ven Bisa Memilih Manchester United
Meski baru saja menelan kekalahan, Manchester United masih berada dalam posisi yang cukup kuat untuk lolos ke Liga Champions. Saat ini mereka menempati peringkat ketiga klasemen dengan 51 poin.
Skuad Setan Merah juga dipenuhi banyak pemain berbakat. Meskipun Michael Carrick baru ditunjuk setelah pemecatan Ruben Amorim, kedatangan beberapa penyerang seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha telah membuat kekuatan tim meningkat.
Jika Van de Ven bergabung, ia berpotensi masuk ke dalam tim yang sedang berada di ambang persaingan untuk meraih berbagai gelar besar.
Selain itu, performa yang tidak konsisten serta masalah cedera yang kerap dialami bek tengah Manchester United bisa membuat pemain Tottenham tersebut langsung menjadi pilihan utama di lini belakang. Kesempatan menjadi pemain inti di tim yang bersaing meraih trofi tentu menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
Alasan Van de Ven Bisa Memilih Liverpool
Di sisi lain, Liverpool memang sedang menghadapi ketidakpastian. Meski demikian, klub ini memiliki reputasi kuat untuk bangkit setelah menjalani musim yang kurang memuaskan.
Sebagai contoh, ketika The Reds finis di posisi ketiga pada musim 2020-21, mereka mampu kembali bersaing dalam perebutan gelar pada musim berikutnya. Saat itu Liverpool juga mencapai final Liga Champions dan berhasil memenangkan dua kompetisi piala domestik.
Kemudian setelah hanya finis di peringkat kelima pada musim 2022-23, Jurgen Klopp mampu membawa Liverpool kembali ke posisi ketiga di liga. Pada musim terakhirnya melatih, ia juga mempersembahkan trofi EFL Cup.
Walaupun tim yang kini dilatih Arne Slot berpotensi gagal finis di zona Liga Champions, klub asal Merseyside tersebut tetap berpeluang kembali bersaing memperebutkan trofi pada musim 2026-27.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!