
Arne Slot belum memberi Rio Ngumoha satu pun kesempatan starter di Premier League musim ini. Hingga kini, pemain berusia 17 tahun itu baru mengumpulkan 103 menit, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Di tengah seruan agar ia diberi kesempatan sejak menit pertama, keputusan tersebut justru menunjukkan satu hal: Liverpool memilih jalur yang lebih hati-hati.
Nama Ngumoha mulai ramai diperbincangkan saat performa Mohamed Salah dinilai belum konsisten. Desakan agar Slot mencoba opsi berbeda di lini depan semakin sering terdengar. Namun manajer asal Belanda itu tidak terpancing. Dan ada preseden kuat yang mendukung sikap tersebut.
Belajar dari Cara Guardiola Mengasah Foden
Dalam satu dekade terakhir, Manchester City membangun reputasi bukan hanya sebagai kekuatan dominan Liga Inggris, tetapi juga sebagai akademi elite. Investasi besar digelontorkan untuk menjaring talenta terbaik. Meski demikian, menembus tim utama di usia remaja tetap perkara rumit.
Phil Foden menjadi contoh paling jelas.
Bahkan sebelum ulang tahunnya yang ke-17, bakat Foden sudah menjadi rahasia umum. Namun antara usia 17 hingga 18 tahun, Pep Guardiola hanya memberinya 44 menit bermain di Premier League. Desakan publik agar Foden menjadi starter diabaikan. Guardiola baru memberinya kesempatan tampil sejak awal laga ketika usianya hampir menyentuh 19 tahun.
Ngumoha masih enam bulan lagi menuju usia 18. Dengan 103 menit di liga dan belum pernah menjadi starter, pola penanganannya tidak jauh berbeda. Perbandingan ini bukan soal kesamaan gaya bermain. Foden dan Ngumoha memiliki atribut berbeda. Namun secara fisik, Foden di usia itu tak jauh berbeda dari Ngumoha yang direkrut dari Chelsea.
Premier League bukan panggung yang ramah bagi tubuh remaja, terutama sejak peluit awal berbunyi.
Peran Pengganti yang Justru Ideal
Slot tampaknya memahami konteks tersebut. Ngumoha sudah 10 kali masuk sebagai pemain pengganti di Premier League, serta diberi menit bermain di Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup. Ia bukan disimpan. Ia hanya ditempatkan pada momen yang tepat.
Ketika masuk sebagai pemain pengganti melawan Nottingham Forest dan West Ham di Anfield, situasinya serupa. Bek-bek lawan yang berada di usia pertengahan 20-an telah menghabiskan lebih dari satu jam dalam tempo tinggi. Keunggulan fisik mereka atas remaja bertubuh ramping itu tak lagi terlalu mencolok.
Di titik itulah Ngumoha terasa pas!
Beberapa remaja lain memang mendapat panggung lebih cepat di Premier League, tetapi tidak semua dijalankan dengan pola yang sama. Arsenal, misalnya, memiliki dua pemain 19 tahun, Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri, yang sempat memberi dampak awal. Namun kontribusi mereka di liga tak selalu besar. Nwaneri kini dipinjamkan ke Marseille, sementara Lewis-Skelly baru sekali menjadi starter di Premier League musim ini.
Lingkungan papan atas liga ini keras. Slot tahu itu!
Keputusan menahan Ngumoha dari sorotan berlebihan bukan tanda kurang percaya, melainkan bentuk perlindungan terhadap talenta yang dianggap istimewa. Publik mungkin ingin melihatnya sejak menit pertama. Tetapi saat ini, peran sebagai impact substitute adalah ruang paling masuk akal untuknya berkembang.
Guardiola pernah melakukan hal serupa pada Foden! Slot hanya mengikuti cara yang sama.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!