Berjaya di Liverpool, Alisson Becker Malah Akui Guardiola Sumber Inspirasinya

Walau berjaya bersama Liverpool, Alisson Becker akui pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sebagai inspirasi dalam karirnya.

Gila Bola – Alisson secara mengejutkan malah mengakui, pelatih klubb rival tersebut telah memberinya banyak pengaruh dalam gaya permainannya di bawah mistar gawang The Reds – sesuatu yang telah membuatnya ‘bekerja keras’ saat masih menjadi pemain muda.

Ia dianggap sebagai sebuah rekrutan transformatif untuk tim Merseyside tersebut. Selama beberapa tahun sejak Alisson datang dari Roma, kiper asal Brasil itu sudah ikut membawa skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut naik ke level yang lebih tinggi.

Saat Klopp datang, kiper pilihan pertamanya di Liverpool adalah Simon Mignolet. Lalu Loris Karius datang – dan keduanya harus berjuang ekstra dalam menyelamatkan gawang The Reds, hingga sama-sama tampilkan beberapa insiden blunder di depan gawangnya.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Namun pada Alisson Becker, skuad Klopp seakan memiliki seorang kiper yang lihai dalam menyapu bola. Ia bisa diandalkan di atas lapangan maupun dalam duel di udara, hingga Alisson bersaing ketat melawan Ederson yang sama-sama kantongi 16 clean sheet di Liga Premier sejak musim ini.

Ederson (88,7 persen) juga menjadi satu-satunya penjaga gawang di kompetisi papan atas yang bukukan akurasi passing lebih tinggi dari Alisson (85,3 persen), hingga kedua kiper itu disebut sebagai standar emas yang baru.

Dalam situs resmi Liverpool, kiper nomor wahid The Reds itu menjelaskan secara detil bagaimana pelatih Ederson di Man City, Pep Guardiola, telah menjadi salah satu inspirasi dalam kemajuan bermainnya sebagai seorang pemain muda.

“Saya punya skill yang dibutuhkan, tapi saya bekerja keras melakukannya saat saya bermain di tim muda,” tandas Alisson kepada ThisisAnfield.com.

“Saya pernah memiliki seorang manajer yang sangat menyukai Barcelona yang diasuh Pep Guardiola, yang banyak mengandalkan penjaga gawang. Lalu dia mencoba menerapkannya bersama timnya di U-20, dan itu sangat membantu saya,” tambah kiper berusia 29 tahun itu.

“Lalu, saya pindah ke Roma dan sedikit meningkatkannya, tapi di sini di Liverpool, ini menjadi tempat di mana saya merasa sangat nyaman. Karena para pemainnya benar-benar ingin saya menjadi pemain ekstra di lapangan,” ujar Alisson Becker yang tak tergantikan di Liverpool itu.

Barcelona asuhan Pep Guardiola memang tak diragukan lagi menjadi satu pijakan taktik di era sepak bola modern. Mereka andalkan Victor Valdes sebagai kiper tetap yang tak diragukan lagi telah menginspirasi banyak manajer tim.

Namun, Alisson juga ungkapkan, dukungan rekan-rekannya di lini belakang yang bermain tepat di depannya juga memiliki andil penting dalam mengamankan bola. “Saya pikir, hal pentingnya adalah memiliki kepercayaan diri. Anda dapatkan kepercayaan diri dari melakukan banyak hal, dari bermain,” tambahnya.

Tak ada kiper di Liga Premier yang berhasil menyelesaikan lebih banyak operan pendek dalam dua kali 45 menit pertandingan dibandingkan Alisson Becker (23,7). Ia diketahui jarang memilih operan panjang, kecuali untuk menciptakan peluang bagus atau alihkan permainan ke lini sayap.

Dan, sementara Jurgen Klopp dan Guardiola kini menjadi rival berat dalam perebutan gelar musim ini, manajer Liverpool itu tentunya agak berhutang pada rekannya di Manchester City tersebut yang berhasil memicu permainan gemilang Alisson di banyak pertandingan.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO
SebelumnyaManuel Neuer Beberkan Masa Depannya di Timnas Jerman
SelanjutnyaJorginho Curang Nih, Komporin Gabriel Martinelli Main untuk Italia