Site icon Gilabola.com

Bersinar di Piala Dunia, Ryan Gravenberch Bisa Dapat Posisi Baru di Liverpool

Ryan Gravenberch pemain Timnas Belanda

Ryan Gravenberch Tunjukkan Sisi Berbeda di Timnas Belanda, Liverpool Siapkan Peran Baru?

Ryan Gravenberch tampil mencolok bersama Timnas Belanda di Piala Dunia. Bukan hanya karena kontribusinya membawa De Oranje melaju ke babak 32 besar, tetapi juga karena peran yang ia jalankan berbeda dari tugasnya selama membela Liverpool.

Performa itu bisa menjadi bahan pertimbangan baru bagi pelatih Liverpool, Andoni Iraola, saat menyusun lini tengah The Reds untuk musim mendatang.

Gravenberch Semakin Berkembang

Dua tahun lalu, saat Arne Slot mengambil alih kursi pelatih Liverpool dari Jurgen Klopp, salah satu keputusan besarnya adalah mengubah Gravenberch menjadi gelandang bertahan.

Perubahan tersebut terbukti berhasil. Liverpool sukses menyamai rekor 20 gelar liga, sementara Gravenberch masuk dalam jajaran pemain terbaik Premier League musim itu.

Meski begitu, sang gelandang mengakui lawan mulai memahami cara bermain Liverpool pada paruh kedua musim.

“Sekarang saya tidak terlalu sering mendapatkan bola. Lawan sudah tahu bagaimana kami bermain dan mereka berusaha menutup area tengah. Itu membuat situasinya sedikit lebih sulit, tetapi saya harus menemukan jalan keluarnya,” ujar Gravenberch.

Musim berikutnya, Slot kembali mengubah perannya. Kali ini Gravenberch diberi kebebasan lebih besar untuk membantu serangan.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Hasilnya terlihat jelas. Pemain Belanda itu membukukan enam gol dan enam assist, meningkat dibanding musim sebelumnya yang hanya menghasilkan empat assist.

Namun, perubahan tersebut juga berdampak pada keseimbangan tim. Dengan Alexis Mac Allister kesulitan menemukan performa terbaiknya, sementara Wataru Endo beberapa kali cedera atau tidak dimainkan, pertahanan Liverpool ikut melemah hingga kebobolan 53 gol di Premier League, jumlah terbanyak mereka dalam satu musim kompetisi 38 pertandingan.

Peran Baru Bersama Timnas Belanda

Di Piala Dunia, Gravenberch kembali memainkan peran yang berbeda.

Ia ditempatkan sebagai salah satu gelandang yang bermain lebih maju di depan Frenkie de Jong yang mengisi posisi nomor enam.

Belanda mengawali turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang. Dalam pertandingan itu, Gravenberch mencatat dua assist sebelum ikut berperan dalam kemenangan meyakinkan atas Swedia dan Tunisia.

Hasil tersebut mengantar Belanda melaju ke babak 32 besar dan akan menghadapi Maroko.

“Ada banyak hal yang berubah dalam dua tahun terakhir. Salah satunya saya mulai bermain lebih sering di klub sehingga bisa mengamankan tempat sebagai starter. Rasanya luar biasa bermain di Piala Dunia seperti ini, panggung tertinggi dalam sepak bola,” kata Gravenberch.

Ia juga mengakui masih memiliki kekurangan.

“Saya terkadang perlu mengenali situasi dengan lebih baik, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Masih banyak ruang untuk berkembang.”

Pelatih Belanda Ronald Koeman memiliki pandangan yang sama.

“Dua tahun lalu situasinya berbeda. Anda hanya benar-benar berkembang jika bermain setiap pekan, dan itu yang terjadi padanya. Sejak menjadi starter di Liverpool, dia berkembang pesat. Tetapi dia masih bisa meningkatkan kemampuannya dalam membaca situasi pertandingan,” ujar Koeman.

Iraola Punya Keputusan Penting

Kini Gravenberch memasuki babak baru bersama Liverpool setelah Andoni Iraola menggantikan Slot sebagai pelatih kepala.

Gravenberch sendiri baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi enam tahun, menunjukkan bahwa klub masih menjadikannya bagian penting dari proyek jangka panjang.

Meski Liverpool belum aktif mencari gelandang baru, situasi Curtis Jones, Wataru Endo, dan Alexis Mac Allister masih menyisakan tanda tanya sehingga komposisi lini tengah musim depan belum sepenuhnya pasti.

Yang menarik adalah bagaimana Iraola akan memanfaatkan Gravenberch.

Saat masih menangani Bournemouth, Iraola juga mengandalkan formasi 4-2-3-1. Namun, salah satu dari dua gelandang bertahan biasanya memiliki karakter yang jauh lebih defensif, berbeda dengan peran Gravenberch yang belakangan lebih sering diberi kebebasan menyerang.

Penampilannya bersama Belanda di Piala Dunia pun memberi sinyal bahwa masa depannya mungkin tidak lagi berada di posisi gelandang nomor enam.

Kini, keputusan ada di tangan Iraola ketika Gravenberch kembali berlatih bersama Liverpool di AXA Training Centre.

Jika melihat performa Gravenberch bersama Belanda, akan sangat disayangkan apabila ia kembali dipatok sebagai gelandang bertahan murni.

Kemampuan membawa bola, membangun serangan, dan memberi kontribusi langsung ke lini depan terlihat lebih maksimal ketika ia dimainkan sedikit lebih maju.

Andoni Iraola harus bisa menemukan keseimbangan antara kualitas menyerang Gravenberch dan kebutuhan Liverpool untuk tetap solid di lini tengah.

Exit mobile version