Bertahan, Sabar Lalu Menyambar! Everton Selamat di Detik Terakhir dari Tekanan The Seagulls

Gilabola.com – Hasil Brighton vs Everton skor 1-1 di pekan ke-24 Liga Inggris. The Toffees hampir tumbang di Amex, tapi drama menit akhir mengubah segalanya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik laga panas ini?

Ketika Harapan Hampir Padam, Lalu Hidup Kembali

Suasana di Amex Stadium terasa menekan sejak menit pertama. Everton datang dengan wajah baru. David Moyes membuat keputusan berani. Empat bek tengah langsung dipasang sejak awal.

Banyak yang bertanya, apakah ini taktik jitu atau justru bunuh diri? Jawabannya baru terungkap 96 menit kemudian.

Sebelum laga dimulai, susunan pemain Everton langsung mencuri perhatian.

Michael Keane kembali. Jarrad Branthwaite tetap dipercaya. James Tarkowski dan Jake O’Brien melengkapi lini belakang.

Empat center-back dalam satu garis. Sebuah perjudian besar!

Di lini tengah, Kiernan Dewsbury-Hall masuk. Thierno Barry dan Ndiaye dipercaya di depan.

Formasi Everton: Pickford; O’Brien, Tarkowski, Keane, Branthwaite; Gana, Garner, Armstrong, Dewsbury-Hall; Ndiaye, Barry.

Moyes seolah ingin berkata: bertahan dulu, menyerang belakangan.

Brighton Langsung Tancap Gas, Pickford Jadi Tembok Terakhir

Sejak peluit awal, Brighton menguasai bola. Operan mengalir. Tekanan datang bertubi-tubi.

Jordan Pickford langsung diuji. Danny Welbeck hampir mencetak gol lewat sentuhan halusnya.

Everton? Mereka lebih banyak bertahan. The Toffees tampak kesulitan keluar dari tekanan.

Babak Kedua: Everton Mulai Berani Bermain

Usai turun minum, Everton berubah. Lebih agresif. Lebih berani menekan.

Kombinasi Barry, Dewsbury-Hall, dan James Garner mulai hidup. Aliran bola lebih rapi.

Menit ke-53, peluang pertama akhirnya datang. Dewsbury-Hall melepas tembakan rendah. Tipis saja melenceng.

Sayangnya, itu belum cukup. Peluang bersih tetap sulit didapat.

Gol Brighton yang Hampir Mematahkan Mental

Tekanan Brighton akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-73, Pascal Gross menemukan ruang.

Charalampos Kostoulas memberi sentuhan cerdas. Gross tak menyia-nyiakan kesempatan. Bola bersarang di gawang Pickford. Stadion Amex pun bergemuruh. Everton terdiam.

Saat itu, banyak yang merasa laga sudah selesai.

Tapi benarkah?

Moyes All-In, Everton Menolak Menyerah

David Moyes tak tinggal diam. Carlos Alcaraz masuk. Tim Iroegbunam dan Tyler Dibling ikut menyusul. Semua untuk satu tujuan: mengejar gol!

Menit ke-89, Beto dan Patterson dilempas ke lapangan. Risiko diambil. Pertahanan mulai ditinggalkan. Ini pertaruhan terakhir.

Dan Everton memilih percaya pada strategi Moyes.

Waktu hampir habis. Menit ke-96. Jake O’Brien melepaskan tembakan. Bart Verbruggen menepis. Bola liar!

Beto ada di sana. Dengan tenang, ia mengangkat bola melewati kiper. Dan gol! Skor 1-1.

Tribun tamu meledak. Para fans Everton bersorak. Dari frustrasi ke euforia dalam hitungan detik.

Inilah sepak bola!

Opini Gilabola: Mental Baja Jadi Senjata Utama Everton

Everton memang kalah dalam penguasaan bola. Mereka ditekan lama. Mereka nyaris tumbang. Tapi mereka tidak pernah menyerah.

Itu yang membedakan tim biasa dengan tim yang punya mental bertahan hidup.

Kami juga menilai, eksperimen empat bek tengah Moyes bukan tanpa risiko.

Secara ofensif, Everton terlihat tumpul hampir sepanjang laga. Namun, struktur bertahan mereka membuat Brighton frustrasi.

Tanpa fondasi ini, gol menit akhir mungkin tak pernah terjadi.

Ke depan, tantangan Moyes adalah menyeimbangkan dua hal: solid di belakang, tajam di depan.

Jika keseimbangan ini ditemukan, Everton bisa menjadi ancaman serius, bukan sekadar tim bertahan hidup.

Laga ini akan dikenang sebagai bukti bahwa Everton belum habis. Mereka ditekan. Mereka nyaris kalah. Namun, determinasi di menit akhir mengubah segalanya.

Dan dari Amex, The Toffees pulang dengan kepala tegak.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!