Bintang Tottenham Hotspur Tak Sabar Ingin Pensiun Gegara Pelecehan Rasial

Bintang Tottenham Hotspur Tak Sabar Ingin Pensiun Gegara Pelecehan Rasial

Gilabola.com – Bintang Tottenham Hotspur, Danny Rose, tak sabar ingin pensiun akibat terus maraknya aksi pelecehan rasial di dunia sepakbola.

Bek Timnas Inggris dan Tottenham Hotspur, Danny Rose, mengaku sangat muak dengan kegagalan dunia sepakbola dalam atasi masalah rasisme. Karena itu pula, Rose ‘tidak sabar’ ingin mundur.

Danny Rose beberapa kali menjadi korban pelecehan rasial dalam karirnya sebagai pesepakbola. Terakhir, dialaminya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Montenegro pekan lalu.

Rose bersama rekan satu timnya, Raheem Sterling dan Callum Hudson-Odoi, diteriaki yel-yel tak senonoh oleh sejumlah suporter Montenegro. Apalagi sesaat setelah Rose mendapat kartu kuning dari wasit, yel-yel yang menyerupai suara monyet makin keras terdengar. Timnas Inggris pun sampaikan keluhan mereka pada Uefa terkait pelecehan rasial pada tiga pemainnya tersebut.

Bukan yang Pertama Musim Ini

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Apalagi, insiden tersebut bukan yang pertama terjadi di musim ini. Raheem Sterling bahkan diduga keras telah alami pelecehan rasial yang dilakukan sekelompok suporter Chelsea, saat the Blues menjamu Manchester City di Stamford Bridge pada Desember lalu.

Aksi konyol lainnya, sebuah pisang dilemparkan ke arah penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, saat berlangsungnya derby London melawan Tottenham Hotspur di bulan yang sama. Sementara seorang suporter West Ham United diberitakan telah lakukan pelecehan rasial terhadap pemain Liverpool, Mohamed Salah, saat kedua tim bertemu di London Stadium pada Februari lalu.

Rose Sudah Jadi Korban Rasisme Sejak 2012

Untuk Danny Rose, dia bahkan sudah alami pelecehan rasial sejak 2012 lalu! Saat itu, Rose membela Timnas Inggris U-21 berlaga di Serbia. Bukan cuma dilecehkan warna kulitnya, Rose bahkan sempat dilempari batu dan diprovokasi pemain tuan rumah.

Akhirnya, Rose diusir keluar karena terlibat perkelahian massal di pengujung laga. Walau Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) sudah layangkan banding, namun Uefa mencap Rose sebagai pembohong dan menggambarkan perilakunya sebagai ‘tidak sportif, tidak pantas dan vulgar’, usai ia menirukan gerakan monyet yang ditujukan suporter Serbia kepadanya.