Bisakah Romelu Lukaku Akhiri Kutukan Nomor 9 Chelsea Setelah Banyak yang Gagal?

Gilabola.com – Chelsea berikan nomor nomor sembilan kepada Romelu Lukaku setelah Gonzalo Higuain, Alvaro Morata dan Radamel Falcao gagal mengakhiri kutukannya. Bagaimana dengan pemain Belgia tersebut?

Dengan perginya Tammy Abraham ke Roma, nomor terkenal yang berhasil kalahkan sejumlah penyerang papan atas di Stamford Bridge itupun bisa dikenakan Lukaku.

Pemain yang kembali didatangkan The Blues musim panas ini akhirnya dapatkan nomor tersebut, walau bisa dikatakan Abraham tak terlalu buruk saat ia membela The Blues dalam balutan jersey tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Namun, sejumlah bintang lini depan Chelsea sebelum Romelu Lukaku kembali ke London Barat tercatat gagal, saat mereka dengan bangganya berlaga dengan nomor punggung itu di era Liga Premier ini. Beberapa di antaranya mereka bahkan bukan pemain depan.

Chris Sutton, 1999-2000
Di tahun 1999, Sutton pindah ke London Barat dari Blackburn, setelah sebelumnya gemilang bersama Norwich. Di Blackburn, Sutton ikut memenangkan gelar, hingga rekam jejaknya terbilang bagus.

Meski demikian, bersama The Blues, Sutton harus berjuang ekstra keras dengan nomor sembilan di punggungnya, di mana ia hanya mencetak tiga gol dalam 39 pertandingan yang dilakoninya.

Hingga akhirnya, Chelsea putuskan untuk menjualnya ke Celtic, di mana pemain itu akhirnya berhasil menemukan kembali performa terbaiknya.

Mateja Kezman, 2004-2005
Ini menjadi musim di mana The Blues untuk pertama kalinya memenangkan gelar Liga Premier. Namun, bukan karena pemain depan asal Serbia tersebut.

Sejatinya, Kezman punya beban berat sejak ia datang ke Stamford Bridge dari PSV, karena ia harus bisa menggantikan Jimmy Floyd Hasselbaink. Sayangnya, setelah dia berhasil menjadi penyerang papan atas di Liga Belanda, Kezman tak bisa mengulangnya bersama The Blues. Kezman hanya bukukan empat gol dalam 25 pertama, dan akhirnya dibuang ke Atletico Madrid.

Khalid Boulahrouz, 2006-07
Barangkali Chelsea mencoba mengakhiri kutukan tersebut di titik ini, atau mengalihkan nomor tersebut dari para striker.

Pada tahun 2006, mereka berikan nomor punggung sembilan itu kepada bek asal Belanda, Boulahrouz, setelah berhasil mendatangkannya dari Hamburg. Punya nama kecil ‘Si Kanibal’, dia malah gagal menggusur John Terry dan Ricardo Carvalho.

Apalagi, Boulahrouz kemudian dibekap cedera, dan hanya tampil dalam 20 pertandingan sebelum akhirnya dipinjamkan ke Sevilla.

Steve Sidwell, 2007-08
Mantan peserta latihan Arsenal ini secara mengejutkan direkrut Chelsea. Saat itu, ia sudah empat tahun tampil gemilang di Reading, dan didatangkan Jose Mourinho dengan status bebas transfer.

Namun, Mourinho lebih sering mengandalkan Michael Essien dan Frank Lampard untuk lini tengah skuadnya, hingga membuat Sidwell hanya bermain dalam 25 pertandingan sebelum akhirnya dijual ke Aston Villa. Setelah itu, nomor 9 pun kembali bebas diperebutkan.

Franco Di Santo, 2008-09
Pemain muda assal Argentina yang satu ini akhirnya mendapat nomor kramat tersebut, (sekaligus impian) yang disematkan klub padanya setelah Sidwell hengkang.

Didatangkan dari klub asal Chile, Audax Italiano, penyerang tengah ini malah tak berhasil tunjukkan permainan apiknya bersama Chelsea. Dia hanya tampil dalam 16 pertandingan – sebagian besar sebagai pemain pengganti, dan tak pernah terlihat berambisi untuk mencetak gol.

Di Santo akhirnya dijual ke Wigan – hanya satu musim setelah ia juga tampil buruk saat dipinjamkan ke Blackburn.

Fernando Torres, 2011-15
Suporter The Blues pasti setuju jika dikatakan, gol Torres ke gawang Barcelona yang berhasil membawa The Blues melaju ke final Liga Champions 2012 cukup sepadan dengan nilai transfernya.

Namun untuk beberapa alasan, legenda sepak bola Spanyol itu tak pernah benar-benar menjadi pemain nomor 9 untuk Chelsea.

Dan, bukan sepak bola Inggris yang sulit, karena selama empat tahun merumput di Liverpool Fernando Torres berhasil bukukan 81 gol dalam 142 pertandingan. Namun, bersama The Blues, ia hanya mencetak 45 gol dalam 172 pertandingan, dan ini menjadi catatan buruk bagi El Nino.

Radamel Falcao, 2015-16
Setelah jalani karir yang buruk di Manchester United, The Blues tahu betul mereka tengah bertaruh saat putuskan untuk datangkan Falcao. Striker asal Kolombia itu kemudian datang dengan status pinjaman, tentunya dengan ide permanenkan statusnya dari Monaco pada tahun 2015.

Namun, Falcao terus-menerus dibekap cedera, hingga ia hanya berhasil tampil dalam 12 pertandingan. Apesnya lagi, dia hanya berhasil mempersembahkan satu gol untuk Chelsea!

Alvaro Morata, 2017-18
Ia menjadi satu lagi pemain besar yang didatangkan tim London Barat itu pada tahun 2017. Begitu banyak harapan yang diletakkan di pundak mantan bintang Real Madrid ini, yang berhasil mencetak 15 gol di musim pertamanya berama The Blues.

Diungkapkan The Sun, Morata kemudian sempat mencoba mengubah nomor punggungnya menjadi nomor 29, tapi segalanya malah berjalan lebih buruk di musim keduanya di London Barat. Saat itu, ia sudah mengganti nomor punggungnya, dan hanya berhasil mencetak lima gol di Liga Premier. Striker Spanyol itupun kembali ke La Liga dan membela Atletico Madrid pada tahun 2019.

Gonzalo Higuain, 2019
Pemain ini menjadi impian pelatih Chelsea ketika itu, Maurizio Sarri, dan ia menjadi pemain yang sangat dikenalnya di lapangan setelah bintang asal Argentina tersebut menjadi andalannya di Napoli.

Namun Higuain – yang mencetak 91 gol dalam 146 pertandingan selama tiga tahun membela klub kota Naples, tidak secemerlang itu saat ia menjajal sepak bola Inggris. Masalah kebugaran dan kecepatannya di lapangan mengakhiri karir menawan Higuain di Italia.

Walaupun sempat mencetak dua gol dalam pertandingan ketiganya melawan Huddersfield, tapi Higuain tak bisa meniru performa apiknya di Serie A. Enam bulan, 19 pertandingan dan lima gol saja yang berhasil dibukukannya untuk Stamford Bridge, hingga akhirnya Higuain kembali ke Juventus. Ironisnya, di Turin, ia kembali diasuh Sarri!

Lalu, bagaimana dengan Romelu Lukaku yang kini kenakan nomor kutukan itu? Kita lihat saja nanti!

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO