Bissaka Ketagihan Tekel Lawan Manchester United

Bissaka Ketagihan Tekel Lawan Manchester United

Gilabola.com – Aaron Wan-Bissaka ketagihan tekel pemain lawan klub Liga Inggris, Manchester United. Ia juga semakin dicintai fans Setan Merah.

Aaron Wan-Bissaka sudah menjadi idola besar di antara pendukung Manchester United, setelah beberapa unjuk giginya di pertandingan dua liga utama Setan Merah selama musim ini. Bek kanan itu bergabung dengan klub dari Crystal Palace di musim panas dan membuat debut mengesankan di laga kemenangan skor 4-0 atas Chelsea awal bulan ini.

Dia lantas dinominasikan untuk penghargaan Man of the Match hari itu dan masuk posisi kedua dalam jajak pendapat, hanya tiga persen dari pemenang, dua gol Marcus Rashford. Wan-Bissaka menikmati pertandingan lain yang sangat baik dalam penampilan keduanya untuk klub, selama laga imbang skor 1-1 melawan Wolves pada hari Senin malam waktu setempat.

Dia memenangkan penghargaan Man of the Match pada kesempatan itu, setelah mendapatkan 48 persen suara yang dilemparkan oleh pengguna aplikasi resmi klub. Pemain berusia 21 tahun yang punya kemampuan mengagalkan serangan lawan jelas jadi salah satu alasan di balik popularitas awal di antara penggemar The Red Devils.

Semua lawan Manchester United jadi takut ditekel Bissaka

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Wan-Bissaka telah mengeksekusi 15 tekel sukses sepanjang dua penampilan di Setan Merah sampai saat ini dan lebih dari pemain Premier League lainnya di 2019/20. Wan-bissaka telah membuat 173 tekel dalam 44 penampilan Liga Premier untuk Crystal Palace dan United selama karier seniornya.

Jumlah itu memberinya tingkat keberhasilan yang luar biasa mencapai 69 persen. Selama wawancara untuk melihat pertandingan hari Sabtu melawan mantan klubnya, Aaron dengan senang hati mengakui bahwa tekel adalah bagian besar dari permainan.

“Saya suka sekali menekel orang,” ujarnya dalam laman klub. “Saya ingin bermain dengan sebanyak mungkin tekel yang bisa saya lakukan dari setiap pertandingan. Itu saja tujuan saya. Saya tidak begitu bahagia ketika keluar dari sebuah pertandingan tanpa banyak melakukan tekel.”

“Pada saat yang sama, ketika saya melihat kembali hal itu, apa yang saya lakukan itu tidak berarti negatif, mungkin berarti jadi membuat pemain sayap tidak percaya diri untuk terus datang padaku, bagi saya untuk memiliki kesempatan untuk menekel kakinya,” pungkas sang pemain.