Bos Arsenal Yakin Per Mertesacker Mampu Lalui Hambatan Mentalnya

Per Mertesacker
Per Mertesacker

Gilabola.com – Manajer Arsenal Arsene Wenger yakin bek veteran Per Mertesacker akan menemukan kembali gairah bermain walau sang pemain sudah tidak ingin merumput kembali, alias ingin pensiun.

Per Mertesacker akhir-akhir ini mengaku menghindar untuk dimasukkan ke skuad pada bulan-bulan jelang kontraknya dengan Arsenal habis pada musim panas nanti.

Pada wawancara bersama media asal Jerman Der Spiegel, Per Mertesacker mengaku mengalami masalah mental karena kerap dihantui rasa ketakutan, seperti yang menimpa Andre Gomes di FC Barcelona.

Tidak heran jika mantan pemain tim nasional Jerman itu berharap bisa segera pensiun karena tidak ingin lagi dibebani tuntutan besar sebagai seorang pesepakbola.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Arsene Wenger mengakui tekanan besar yang dialami seorang pesepak bola tapi dia berharap Per Mertesacker mau kembali bermain.

“Saya rasa perasaan itu akan hilang dengan cepat. Ketika Anda berhenti bermain untuk beberapa bulan (karena cedera), Anda akan siap untuk bermain lagi,” tutur Arsene Wenger.

“Mertesacker melakoni karir yang panjang. Dia tidak pernah bermain satu menit pun tanpa sepenuhnya fokus. Itu menuntut usaha besar dan itu sebabnya karir dia secemerlang itu.”

“Menjadi seorang pesepak bola profesional adalah untuk menghadapi level ekspektasi yang tinggi. Pertama-tama dari diri Anda sendiri, sebab para pemain seperti ini sangat menuntut diri mereka sendiri dan hal itu menciptakan stres.”

“Untuk bisa bermain di level mereka sekarang, Anda wajib mempunyai daya tahan terhadap stres yang tinggi.¬†Anda tidak akan pernah tahu bagaimana tubuh Anda memberikan respon, bagaimana Anda merasakannya dan bagaimana refleks Anda di sebuah pertandingan. Hal-hal seperti itu menimbulkan ketidakpastian dan menciptakan stres.”

Kabarnya setelah gantung sepatu pada musim panas nanti Per Mertesacker akan mengambil tugas di Akademi Arsenal seperti yang sudah dijanjikan pada tahun lalu.