Bos Chelsea Bertengkar Dengan Istrinya Gegara Denda FA

Pelatih Chelsea Antonio Conte telah menerima sanksi FA tersebut dan meminta maaf usai ucapkan kata-kata kasar pada ofisial keempat, Lee Mason. Namun, pada laga itu Conte diusir ke tribun penonton oleh wasit Neil Swarbrick.

Conte ungkapkan, denda FA sebesar Rp145 juta yang diterimanya setelah dia diusir keluar lapangan, membuatnya harus batalkan perayaan ulang tahun istrinya. “Istri saya marah. Dua hari lagi adalah hari ulang tahunnya, dan karena alasan ini saya tidak bisa membelikan dia hadiah,” kata Conte.

Ketika ditanya tentang mata bengkak dan kemerahan pada kelopak kirinya, si pelatih Italia itu bercanda, “Mata saya? Ah iya, ini karena pukulan istri saya”.

“Dia ada di pertandingan, jadi sangat sulit. Dia ada di sana bersama putri saya. Saya mencoba mengatakan padanya bahwa tidak ada yang terjadi, tapi sulit untuk menutupi situasi itu dan sama halnya dengan ibunya,” tambahnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Pengusiran itu jadi pelanggaran pertama Conte, sejak ia mulai bekerja di The Blues pada musim panas lalu.

Conte kehilangan kesabarannya pada Kamis (30/11) dinihari WIB, mengklaim bahwa Swansea City membuang-buang waktu di menit-menit akhir babak pertama laga di Stamford Bridge tersebut.

Tapi, itu bukan masalah besar baginya dibandingkan jadwal ketat skuadnya musim ini. Pelatih asal Italia itu merasa timnya kekurangan waktu untuk pulihkan kebugaran mereka, karena jadwal yang mepet dan itu telah membuat Conte kesal kepada Premier League.

The Blues berikutnya harus hadapi Newcastle United, dalam waktu 2,5 hari setelah bertarung lawan Swansea. Sementara, Newcastle punya waktu istirahat lebih banyak satu hari.

Chelsea juga dipaksa untuk bermain melawan Manchester City, dua hari setelah mereka melawan Atletico Madrid di Spanyol, dan Liverpool, 72 jam setelah menempuh jarak 8.046,72 km ke Azerbaijan untuk bermain kontra FC Qarabag.

Pertandingan kandang melawan Watford juga dimajukan, yang tadinya dijadwalkan Senin (23/10) menjadi hari Sabtu sebelumnya.

Perusahaan TV membayar sekitar Rp200 Milyar per laga untuk siarkan pertandingan Liga Inggris.

“Ini adalah keempat kalinya. Saya tidak bodoh, jika seseorang ingin bercanda dengan saya, saya bukan orang yang tepat untuk diajak bercanda. Saya ingin menghormati pekerjaan saya, untuk klub saya, untuk para pemain, untuk para penggemar,” ujar Conte yang marah.

“Itu terjadi lagi. Newcastle bermain pada Selasa malam, kami bermain pada Rabu malam dan sekarang kami harus bermain lagi pada hari Sabtu – hal itu telah terjadi lagi,” tambahnya.

“Melawan Watford seharusnya kita bermain pada hari Senin, dan kemudian mereka mengubahnya menjadi Sabtu setelah kami bermain hari Rabu,” ujar Conte.

“Oke satu sekali, itu bisa saja terjadi. Dua kali itu bisa terjadi. Melawan Manchester City. Ketiga kalinya, Anda mulai merasa bingung,” tandas mantan pelatih Juventus dan Timnas Italia itu.

“Dan sekarang melawan Newcastle. Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan untuk tim saya. Saya hanya ingin mendapatkan waktu istirahat yang sama dengan lawan kami,” tambahnya.

“Saya ingin melindungi klub saya, saya ingin mencoba melindungi pemain saya, saya ingin mencoba melindungi penggemar saya, juga saya ingin mencoba melindungi Premier League,” ujar Conte.

“Sekarang kita terpaut 11 poin di bawah Manchester City. Ya, tapi saat kami bermain lawan Manchester City, mereka beristirahat satu hari lebih lama daripada kami. Kami bermain melawan Liverpool, Liverpool beristirahat satu hari lebih lama daripada kami. Sekarang lagi, hanya dalam 14 pertandingan, itu terjadi empat kali.┬áJujur, sangat sulit untuk menganggap ini adalah kebetulan,” tandasnya.