Brighton tengah bergerak serius untuk mendatangkan winger muda Köln, Said El Mala, setelah perkembangan sang pemain di Bundesliga menarik perhatian manajemen klub Liga Inggris tersebut. Ketertarikan itu bukan sekadar rumor.
Pada Januari lalu, Brighton sudah mengajukan tawaran sekitar 22 juta poundsterling atau setara kurang lebih Rp444 miliar, lengkap dengan proposal gaji mingguan 58 ribu poundsterling atau sekitar Rp1,17 miliar.
Langkah itu mempertegas pola rekrutmen Brighton yang selama ini dikenal agresif membaca potensi sebelum harga pemain melonjak. El Mala, yang baru berusia 19 tahun, menjadi contoh terbaru pendekatan tersebut.
Melonjak dari Kasta Ketiga ke Bundesliga
Perjalanan Said El Mala dalam satu tahun terakhir terbilang cepat. Musim lalu ia masih bermain di kasta ketiga Jerman bersama Viktoria Köln. Kini ia sudah menjadi sorotan di Bundesliga bersama Köln, bahkan sempat masuk radar seleksi tim nasional Jerman untuk kualifikasi melawan Luksemburg dan Slovakia di bawah arahan Julian Nagelsmann, meski belum menjalani debut.
Produktivitasnya mendukung reputasi tersebut. Delapan gol dalam 23 penampilan liga menjadi catatan yang sulit diabaikan untuk pemain seusianya. Empat gol dicetak sebagai pemain pengganti, ditambah tiga assist dari bangku cadangan. Saat menjadi starter, ia mencatat empat gol dan satu assist.
Pelatih Köln, Lukas Kwasniok, lebih sering memposisikannya sebagai senjata dari bangku cadangan. Ia menilai kecepatan dan kemampuan satu lawan satu El Mala lebih efektif saat menghadapi lini belakang yang mulai kehilangan energi.
“Sekarang menjadi lebih sulit baginya, terlepas apakah ia bermain sebagai starter atau tidak. Lawan semakin menyesuaikan cara bertahan terhadapnya,” ujar Kwasniok. “Langkah berikutnya adalah membuktikan diri dalam situasi yang lebih sulit.”
Namun, pendekatan itu memunculkan perdebatan internal. Dalam laga melawan Stuttgart, El Mala baru masuk pada menit ke-68 bersama Luca Waldschmidt saat Köln tertinggal. Mereka sempat menyamakan skor sebelum akhirnya kebobolan dua gol di akhir pertandingan. Isu kepercayaan dan peran di tim pun terus mengemuka.
Tawaran Januari dan Faktor Keluarga
Brighton tidak hanya datang dengan angka transfer. Mereka juga membuka opsi meminjamkan El Mala kembali ke Köln hingga Juni sebagai bagian dari skema awal. Meski begitu, direktur olahraga Köln, Thomas Kessler, menolak pendekatan tersebut.
Ada satu detail yang membuat negosiasi ini berbeda. Brighton siap merekrut kakak El Mala, Malek El Mala, yang saat ini bermain untuk tim cadangan Köln di divisi keempat. Keduanya memiliki kedekatan emosional dan pernah bermain bersama di Viktoria Köln. Malek saat ini tengah menepi karena cedera otot dan belum tampil di Bundesliga, tetapi kehadirannya diyakini bisa menjadi faktor pelicin kesepakatan.
Köln sendiri berada dalam posisi kuat. Said El Mala baru memperpanjang kontraknya hingga Juni 2030 musim panas lalu tanpa klausul pelepasan. Artinya, klub memiliki kendali penuh atas masa depannya.
Tekanan terhadap pemain muda ini juga tak kecil. Bek Köln, Joël Schmied, menggambarkan situasi tersebut setelah El Mala mencetak gol penyama kedudukan saat bermain imbang 2-2 melawan Hoffenheim. “Dia bilang sangat bahagia akhirnya bisa kembali mencetak gol. Ada begitu banyak tekanan untuknya,” kata Schmied.
Nilai Jangka Panjang Bagi Brighton
Brighton diperkirakan akan kembali mengajukan pendekatan sebelum musim berakhir. Waktu menjadi faktor penting. Jika El Mala mendapatkan menit bermain di Piala Dunia mendatang, meski hanya singkat, nilai pasarnya berpotensi meningkat signifikan.
Bagi Brighton, angka Rp444 miliar untuk pemain 19 tahun dengan kontrak panjang hingga 2030 mencerminkan investasi terukur, bukan spekulasi berlebihan. Klub ini memiliki struktur yang memungkinkan pemain muda berkembang tanpa tekanan instan.
Di sisi lain, dengan ambisi tampil lebih kompetitif, pendukung Brighton tentu berharap rekrutan baru bisa memberi kontribusi cepat. Catatan El Mala sebagai pencetak gol dari bangku cadangan di Bundesliga memberi indikasi bahwa ia tidak sekadar proyek jangka panjang.
Köln berharap sang winger bertahan setidaknya satu musim lagi. Namun dengan minat yang terus menguat dan strategi Brighton yang jarang setengah hati, arah pergerakan transfer ini tampak semakin jelas menuju Inggris.

