Brighton meraih kemenangan penting 2-0 atas tuan rumah Brentford di Gtech Community Stadium, Sabtu malam. Gol Diego Gomez dan Danny Welbeck memastikan tiga poin bagi tim tamu, sekaligus meredakan tekanan terhadap pelatih muda mereka, Fabian Hurzeler, yang sebelumnya disorot akibat hasil buruk.
Hasil ini terasa krusial bagi Brighton. Sebelum laga, mereka hanya menang sekali dalam 13 pertandingan Liga Inggris dan bahkan gagal mencetak gol dalam tiga laga terakhir. Catatan tersebut sempat memunculkan tanda tanya besar mengenai arah permainan tim di bawah Hurzeler.
Namun di London barat, wajah Brighton terlihat berbeda.
Brighton Kembali Tajam
Sejak awal laga, Brighton tampil lebih cair dan agresif. Kaoru Mitoma menjadi ancaman nyata dari sisi kiri. Kecepatannya beberapa kali menyulitkan lini belakang tuan rumah, terutama Aaron Hickey yang akhirnya harus ditarik keluar sebelum turun minum karena cedera.
Mitoma sebenarnya punya peluang emas untuk membuka skor. Ia lolos ke belakang pertahanan dan melepaskan tembakan jarak dekat, tetapi masih bisa digagalkan Caoimhin Kelleher.
Gol pertama akhirnya hadir pada menit ke-30. Ferdi Kadioglu melepaskan tembakan melengkung dari jarak jauh yang menghantam mistar gawang. Bola rebound jatuh ke arah Diego Gomez, yang dengan tenang menyambarnya masuk ke gawang.
Menjelang turun minum, Brighton menggandakan keunggulan. Kesalahan fatal Nathan Collins dalam mengantisipasi bola memberi kesempatan kepada Danny Welbeck. Striker berpengalaman itu tidak menyia-nyiakan peluang dan mengakhiri puasa golnya dalam tujuh pertandingan.
Brighton sudah unggul 2-0 saat jeda, dan skor itu bertahan hingga akhir laga.
Kemenangan ini memberi ruang bernapas bagi Hurzeler. Di tengah tekanan suporter akibat rangkaian hasil mengecewakan, tiga poin di kandang lawan menjadi pernyataan bahwa timnya belum kehilangan arah.
Brentford Kehilangan Ritme
Bagi tuan rumah Brentford, kekalahan ini lebih terasa sebagai jeda dari tren positif ketimbang sinyal bahaya. The Bees datang ke pertandingan tanpa kekalahan dalam empat laga terakhir, termasuk kemenangan atas Newcastle United dan Aston Villa, serta penampilan kompetitif saat menghadapi Arsenal yang memimpin klasemen.
Namun kali ini mereka tidak berada di level terbaik. Tempo permainan tertinggal dari Brighton, dan setiap kesalahan langsung dibayar mahal.
Igor Thiago tetap menjadi motor serangan. Ia aktif bergerak dan menyambut sejumlah umpan silang. Salah satu peluang terbaik datang sebelum turun minum ketika ia mencoba setengah voli bersih, tetapi bola justru melambung ke tribun.
Jika peluang itu berbuah gol, jalannya pertandingan mungkin berbeda. Kenyataannya, Brighton tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan tanpa kebobolan.
Di hari yang juga menjadi momen bersejarah bagi James Milner, Brighton pulang dengan tiga poin yang sangat dibutuhkan. Untuk Hurzeler, hasil ini bukan sekadar kemenangan tandang, melainkan titik balik yang ia harapkan dapat mengubah arah musim mereka.

