Brighton Takjub Magis Solskjaer Terhadap Manchester United

Brighton Takjub Magis Solskjaer Terhadap Manchester United

Brighton dibuat takjub oleh magis sosok Ole Gunnar Solskjaer terhadap raksasa Liga Inggris, Manchester United. Hal itu setidaknya diakui sendiri oleh manajer Brighton & Hove Albion, Chris Hughton.

Meski jadi manajer interim saja, Manchester United terbukti bisa 180% jadi bermain jauh lebih baik dengan 6 kemenangan beruntun (semua kompetisi), saat cetak 17 gol dan kebobolan 3 kali saja. Wajar jika kubu Brighton jadi dibuat terkagum-kagum karenanya.

Manajer Brighton & Hove Albion, Chris Hughton jadi cemas karena diharuskan bertamu baik-baik ke markas United di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris matchday ke-23, Sabtu (19/1) malam WIB esok. Ia lebih mengagumi lawan satu ini era Solskjaer daripada era Jose Mourinho.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

“Menurut saya hasil akhir jelas sudah berbicara banyak untuk mereka ya (Manchester United). Mereka terbukti sanggup memenangkan banyak sekali pertandingan. Mereka sepertinya jadi lebih sering mencetak gol dan bermain sangat baik daripada sebelumnya,” puji Hughton dengan kagum.

Brighton jadi tak pede lawan Manchester United

“Saya nilai manajer siapa saja yang datang setelah kepergian Jose Mourinho, saya sejatinya tidak berpikir mereka berharap banyak dari orang yang datang setelahnya. Tapi dengan hasil akhir dan performa mereka yang menandai perkembangan mereka yang gantikan Mourinho.”

“Saya seniri sudah melihat bagaimana perkembangan pertandingan mereka belakangan ini, dan saya juga ada di sana di Tottenham ketika mereka menang skor 1-0 di Wembley. Saat melihat laga itum saya jadi berpikir jika mereka memang berubah tampil luar biasa baiknya di babak pertama.”

“Mereka saya lihat bisa bermain dengan gaya yang memungkinkan mereka untuk memperlihatkan bagaimana kualitas asli mereka, memperlihatka kecepatan sebenarnya yang ada pada mereka, dan mereka terlihat jadi bisa mencetak banyak gol dari sebelumnya (era Jose Mourinho).”

“Mereka berubah jadi lebih agresif saat melakukan tekanan, mereka berada dalam performa terbagus yang jelas menjadikan tugas kami jadi lebih sulit (untuk menang),” pungkasnya.