Bruno Fernandes Sebut Sepak Bola Itu Soal Mencetak Gol, Bukan Nembak Tiang Gawang

Bruno Fernandes Sebut Sepak Bola Itu Soal Mencetak Gol, Bukan Nembak Tiang Gawang

Gila Bola – Manchester United membutuhkan penalti kontroversial di menit akhir untuk bisa pulang dengan angka penuh dari kandang Brighton, dengan Bruno Fernandes mengakui bahwa ini adalah kemenangan yang sulit timnya.

Drama dan kontroversi tersaji di Amex Stadium malam ini ketika The Seagulls menjamu The Red Devils dalam laga lanjutan Premier League pekan ke-3, Sabtu (26/9) malam WIB. Tuan rumah awalnya sempat unggul lebih dulu melalui penalti panenka Neal Maupay menit ke-40 usai Tariq Lamptey dijatuhkan Bruno Fernandes di kotak terlarang, sebelum gol bunuh diri Lewis Dunk memaksa skor imbang 1-1 saat jeda.

Tim tamu kemudian berbalik unggul ketika umpan gelandang Portugal berhasil menemui Marcus Rashford untuk berlari ke pertahanan Brighton, mengecoh beberapa bek dengan aksi brilian di kotak penalti dan menaklukkan Mat Riyan untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1.

Tapi kontroversi kemudian terjadi di masa injury time, ketika gol penyeimbang Solly March diikuti dengan peluit berakhirnya laga beberapa saat kemudian sebelum wasit kemudian memulai kembali laga karena VAR menghadiahkan penalti bagi United. Bruno Fernandes lantas maju menjadi algojo dan sukses menunaikan tugasnya dengan baik untuk membawa pasukan Ole Gunnar Solskjaer pulang dengan angka penuh dan sesaat lepas dari tekanan usai kekalahan dari Crystal Palace sebelumnya.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Playmaker Portugal berusia 25 tahun itu pun mengakui bahwa laga di Amex Stadium tidak benar-benar mudah bagi The Red Devils, yang bahkan harus melihat bahwa mereka kalah jumlah peluang (18-7) dan penguasaan bola (54 banding 46 persen).

“Itu pertandingan yang sulit. Kami tahu Brighton adalah tim yang sangat bagus dan di babak pertama kami memberi mereka terlalu banyak ruang untuk bermain. Kami tidak seagresif yang saya inginkan,” ujar mantan gelandang Sporting CP itu.

“Kami memberikan mereka dua gol – saya bisa melakukan lebih baik untuk pelanggaran penalti saya di babak pertama, saya harusnya berhenti dari lari saya lebih awal. Intinya dalam sepak bola adalah untuk mencetak gol, bukan untuk menembak mistar atau tiang gawang. Terkadang hal itu juga terjadi pada kami memang. Kami bisa melakukan jauh lebih baik, terutama pada gol kebobolan kami.”