Liverpool tampaknya belum berhenti berburu amunisi baru di sektor serang. Meski memiliki talenta muda menjanjikan seperti Rio Ngumoha, klub Merseyside itu disebut telah menyiapkan opsi lain apabila upaya mendatangkan Yan Diomande menemui jalan buntu.
Nama Bradley Barcola kini mulai dikaitkan dengan The Reds. Winger Paris Saint-Germain tersebut muncul sebagai alternatif yang dipertimbangkan Liverpool menjelang bursa transfer musim panas.
Musim lalu berjalan jauh dari harapan bagi Liverpool. Setelah sukses merebut gelar Premier League 2024/25, performa mereka menurun drastis di bawah Arne Slot. Hasil buruk yang terus berlanjut membuat posisi pelatih asal Belanda itu akhirnya tidak bertahan lama.
Andoni Iraola kemudian ditunjuk untuk memulai era baru di Anfield.
Salah satu hal yang banyak disorot sepanjang musim adalah minimnya kesempatan bermain yang diterima Ngumoha. Padahal pemain berusia 17 tahun itu kerap dianggap sebagai salah satu sumber kreativitas terbaik Liverpool ketika tim sedang kesulitan.
Ngumoha hanya lima kali menjadi starter di Premier League. Tiga di antaranya bahkan datang pada penghujung musim saat Liverpool sedang berusaha menyelamatkan situasi.
Barcola Masuk Daftar Prioritas
Yan Diomande masih menjadi target utama Liverpool untuk memperkuat lini depan. Namun proses negosiasi diperkirakan tidak mudah.
Klub pemilik Diomande disebut memasang harga sangat tinggi. Liverpool diyakini harus menyiapkan dana mencapai €130 juta atau sekitar Rp2,42 triliun apabila ingin menyelesaikan transfer tersebut.
Karena itu, manajemen Liverpool mulai membuka opsi lain.
Laporan dari Prancis menyebutkan bahwa Bradley Barcola menjadi salah satu nama yang sedang dipantau serius. Masa depan pemain berusia 23 tahun itu di PSG belum sepenuhnya jelas.
PSG sebenarnya ingin mempertahankan sang pemain. Namun jika negosiasi kontrak baru tidak mencapai kesepakatan, klub ibu kota Prancis itu berpotensi melepas Barcola sebelum kontraknya memasuki tahun terakhir.
Harga yang dipatok pun tidak jauh berbeda dari Diomande. PSG disebut menginginkan sekitar €130 juta atau setara Rp2,42 triliun.
Dinilai Lebih Siap Dibanding Ngumoha
Bakat Ngumoha memang tidak diragukan lagi. Golnya ke gawang Newcastle United pada Agustus lalu membuat namanya masuk dalam daftar pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.
Namun Liverpool juga membutuhkan pemain yang bisa langsung memberi dampak instan.
Di situlah Barcola dianggap memiliki keunggulan.
Winger timnas Prancis tersebut telah mencatatkan 34 gol dan 28 assist di semua kompetisi sejak awal musim 2024/25. Kontribusi itu membuatnya menjadi salah satu bagian penting dalam proyek sukses PSG bersama Luis Enrique.
Gaya bermain Barcola juga dinilai memiliki beberapa kemiripan dengan Ngumoha. Keduanya sama-sama mengandalkan kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian menyerang dari sisi sayap.
Bedanya, Barcola sudah memiliki pengalaman bermain di level tertinggi selama beberapa musim.
Meski kehadiran Khvicha Kvaratskhelia membuat menit bermainnya tidak selalu stabil, kualitas Barcola tetap mendapat pengakuan. Pemandu bakat tim utama Como, Ben Mattinson, bahkan menyebutnya sebagai “salah satu winger terbaik di dunia”.
Liverpool kini berada dalam fase penting setelah musim yang mengecewakan. Perombakan skuad menjadi kebutuhan, dan sektor sayap termasuk area yang ingin diperkuat.
Ngumoha tetap dianggap sebagai aset masa depan klub. Namun untuk target jangka pendek, Liverpool tampaknya menginginkan sosok yang sudah siap bersaing di level tertinggi sejak hari pertama.
Opini GilaBola.com
Jika informasi ini benar, langkah Liverpool cukup masuk akal. Ngumoha memang memiliki potensi besar dan layak mendapatkan lebih banyak kesempatan.
Namun membebankan ekspektasi besar kepada pemain berusia 17 tahun bisa menjadi keputusan berisiko bagi tim yang sedang berusaha bangkit.
Barcola menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia masih muda, tetapi sudah terbukti mampu tampil konsisten di level elite Eropa.
Kehadirannya bukan untuk menghambat perkembangan Ngumoha, melainkan memberi Liverpool keseimbangan antara investasi masa depan dan kebutuhan hasil instan di era baru Andoni Iraola.

