Di tengah tekanan besar untuk bertahan di papan atas Liga Inggris, Liverpool justru menemukan satu sosok yang diam-diam menjadi penentu arah musim mereka. Di saat banyak pihak mempertanyakan kebijakan transfer klub, muncul satu nama yang kini menjadi pusat perhatian dan disebut-sebut bernilai lebih besar daripada rekrutan anyar Jeremy Jacquet.
Namun, siapa sebenarnya pemain yang membuat Liverpool tetap optimistis di tengah situasi sulit ini?
Situasi The Reds musim ini jauh dari kata ideal. Setelah melakukan belanja besar pada musim panas 2025, mereka sempat dijagokan sebagai kandidat kuat juara. Sayangnya, performa tim justru menurun di musim kedua kepemimpinan Arne Slot.
Liverpool kini harus berjuang keras untuk sekadar mengamankan posisi empat besar demi tiket Liga Champions. Bahkan jika Inggris mendapat jatah tambahan satu slot, posisi mereka tetap belum aman jika konsistensi tidak segera membaik.
Transfer Mahal yang Masih Harus Menunggu
Kebutuhan akan bek tengah sebenarnya sudah lama dirasakan para pendukung. Manajemen akhirnya bergerak dengan mendatangkan Jeremy Jacquet dari Rennes.
Bek berusia 20 tahun itu diboyong dengan nilai transfer sekitar 60 juta poundsterling, atau setara Rp1,17 triliun. Namun, Jacquet belum bisa langsung memperkuat tim karena masih harus bertahan di Prancis hingga akhir musim.
Meski baru mencatatkan 31 penampilan bersama tim utama Rennes, Jacquet sudah menarik perhatian banyak klub besar. Seorang jurnalis, Antonio Mango, bahkan menyebut siapa pun yang merekrutnya akan mendapatkan pemain bertahan luar biasa.
Meski begitu, untuk saat ini Liverpool masih bergantung pada duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate. Risiko cedera pada salah satu dari mereka bisa menjadi masalah serius dalam persaingan menuju empat besar.
Ekitike, Berlian Sesungguhnya Liverpool
Di tengah kekhawatiran sektor pertahanan, Liverpool justru menemukan kekuatan besar di lini depan. Sosok itu adalah Hugo Ekitike.
Striker asal Prancis tersebut direkrut dari Eintracht Frankfurt dengan biaya sekitar 79 juta poundsterling, atau sekitar Rp1,54 triliun. Nilai itu memang jauh lebih tinggi dibandingkan transfer Jacquet, tetapi performanya langsung membuktikan bahwa uang tersebut tidak terbuang sia-sia.
Di bawah arahan Arne Slot, Ekitike tampil semakin matang. Ia mendapat pujian dari Steven Gerrard yang menyebut permainannya mirip Fernando Torres saat berada di puncak karier.
Musim ini, pemain berusia 23 tahun itu telah mencatatkan 15 gol dan empat assist dari 32 pertandingan di semua kompetisi. Statistik tersebut menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam kebangkitan Liverpool.
Rinciannya sebagai berikut:
- Liga Inggris: 21 laga, 10 gol, 2 assist
- Liga Champions: 8 laga, 2 gol, 1 assist
- Community Shield: 1 laga, 1 gol
- FA Cup: 1 laga, 1 gol, 1 assist
- Carabao Cup: 1 laga, 1 gol
Pencari bakat Jacek Kulig bahkan menyebut potensi Ekitike sebagai “menakutkan”. Namun, yang membuatnya istimewa, ia tidak hanya memiliki potensi, tetapi sudah membuktikannya di liga paling kompetitif di Eropa.
Tantangan Baru di Lini Depan
Meski Ekitike sedang bersinar, Arne Slot menghadapi dilema lain. Alexander Isak, rekrutan termahal sepanjang sejarah Inggris, akan segera kembali setelah pulih dari cedera tulang fibula yang ia alami pada Desember lalu saat mencetak gol ke gawang West Ham.
Kehadiran Isak dipastikan memicu persaingan ketat di lini serang. Sejak awal musim, banyak pihak mempertanyakan bagaimana Slot akan memadukan dua penyerang utama tersebut.
Ekitike memang bisa bermain di sisi kiri, tetapi posisi terbaiknya tetap sebagai ujung tombak. Di sanalah ia paling berbahaya, terutama dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti.
Investasi Terbaik di Tengah Masa Sulit
Meski bursa transfer musim panas lalu dinilai kurang memuaskan, Liverpool kini mulai merasakan hasil dari investasi mereka. Dibandingkan beberapa klub pesaing yang gagal memaksimalkan pembelian pemain depan pada 2025, The Reds justru mendapatkan sosok yang langsung memberi dampak.
Ekitike bukan hanya berbakat secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas dan kepribadian yang mendukung perkembangan kariernya. Usianya masih muda, namun kontribusinya sudah setara pemain senior.
Jika ia mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, peluangnya meraih gelar Pemain Terbaik Musim ini terbuka lebar.
Liverpool mungkin harus menunggu lama untuk melihat dampak Jeremy Jacquet. Namun, untuk saat ini, mereka sudah menemukan “emas” yang sesungguhnya dalam diri Hugo Ekitike.

