Site icon Gila Bola

Bukan Soal Taktik, Ini Hal yang Harus Dilakukan Pep Guardiola Untuk Bantu Enzo Maresca

Pep Guardiola dan Enzo Maresca

Pep Guardiola sudah meninggalkan kursi pelatih Manchester City, tetapi pengaruhnya belum benar-benar hilang. Justru karena status dan reputasinya, setiap komentar yang ia lontarkan kini bisa berdampak langsung terhadap perjalanan Enzo Maresca sebagai penerusnya.

Itulah sebabnya Guardiola dinilai memiliki satu tugas penting: tidak terlalu sering berbicara di depan publik soal mantan klubnya.

Privasi yang Membuat Guardiola Betah di Inggris

Premier League sejak awal memiliki daya tarik tersendiri bagi Guardiola. Sebelum menjadi pelatih, ia sudah menyukai atmosfer sepak bola Inggris sebagai pemain, mulai dari sejarah hingga tradisi yang melekat di setiap stadion.

Namun ada alasan lain yang membuat Manchester City terasa berbeda dibanding klub-klub yang pernah ia tangani sebelumnya.

Saat pertama kali melatih Barcelona, Guardiola langsung berada di bawah sorotan media Spanyol. Awal musim yang kurang mulus membuat setiap langkahnya menjadi bahan pemberitaan. Ketika kembali ke Spanyol bersama City di ajang Liga Champions, wartawan bahkan mengikuti aktivitasnya di luar lapangan, mulai dari makan malam hingga siapa yang menemaninya.

Situasi di Bayern Munich juga tidak jauh lebih ringan. Selain tekanan sebagai pelatih klub besar Jerman, Guardiola juga harus menghadapi kritik dari banyak mantan pemain dan legenda Bayern yang rutin menyampaikan pendapat mereka melalui media.

Berbeda dengan Inggris.

Selama bertahun-tahun, Guardiola merasakan ruang privasi yang jauh lebih besar. Kritik terhadapnya pun relatif minim. Salah satu suara yang paling sering mengomentari City saat itu datang dari mantan striker Inggris Stan Collymore, sementara dari kalangan legenda City hanya Micah Richards yang cukup aktif memberikan pandangan.

Bagi Guardiola, yang dikenal sangat memperhatikan pemberitaan hingga rutin mengikuti tayangan Sky Sports Ref Watch, situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa nyaman bertahan cukup lama di Etihad Stadium.

Setiap Ucapan Guardiola Kini Bisa Membebani Maresca

Meski sudah tidak lagi menangani City, nama Guardiola masih memiliki bobot besar.

Hal itu terlihat ketika sponsor klub, OKX, merilis wawancara dengan mantan pelatih City tersebut. Dari percakapan itu muncul kesan bahwa skuad Manchester City mungkin belum sekuat yang terlihat, sebuah pernyataan yang berpotensi menambah pekerjaan bagi Enzo Maresca dan direktur olahraga Hugo Viana.

Belum tentu penilaian Guardiola sepenuhnya benar. Namun, komentar seperti itu bisa memunculkan tekanan baru bagi manajemen maupun pelatih yang sedang memulai era berbeda.

Contoh serupa pernah terjadi pada Jürgen Klopp. Setelah menjadi pundit, ia sempat melontarkan komentar mengenai tim nasional Jerman yang akhirnya membuatnya harus meminta maaf kepada Julian Nagelsmann saat Piala Dunia. Tidak lama kemudian, Nagelsmann kehilangan pekerjaannya dan Klopp disebut sebagai kandidat penggantinya.

Dukungan Terbaik Adalah Tidak Mencuri Panggung

Guardiola masih memiliki ambisi melatih di masa depan. Ke mana pun ia pergi, termasuk saat bermain golf, mikrofon kemungkinan tetap akan menghampirinya.

Namun justru di situlah tantangannya.

Cara terbaik Guardiola membantu Maresca bukan dengan terus memberi komentar kepada media, melainkan menjadi sosok yang siap memberikan masukan secara pribadi apabila dibutuhkan.

Dengan menjaga jarak dari sorotan publik, Guardiola memberi ruang bagi Maresca untuk membangun otoritasnya sendiri tanpa terus dibandingkan dengan pendahulunya.

Exit mobile version