Site icon Gilabola.com

Bukan Winger, Tapi Liverpool Butuh Sosok Penghancur di Lini Tengah

Andoni Iraola pelatih Liverpool

Gilabola.com – Liverpool kembali mendapat sorotan setelah hasil imbang 2-2 melawan Newcastle di pekan pertama Liga Inggris. Bukan soal ketajaman lini depan yang paling dipermasalahkan, melainkan celah di tengah lapangan yang dianggap masih terlalu mudah dieksploitasi.

Daniel Sturridge bahkan menilai persoalan itu sudah menghantui Liverpool selama tiga tahun. Menurut pengamat Sky Sports tersebut, klub membutuhkan gelandang bertahan dengan karakter berbeda dari pemain-pemain yang sekarang mengisi lini tengah.

Duel di St James’ Park memperlihatkan masalah tersebut dengan cukup jelas. Liverpool dua kali tertinggal sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin lewat penalti Dominik Szoboszlai pada menit-menit akhir.

Sturridge pun kembali mengangkat kebutuhan Liverpool terhadap seorang gelandang bertahan.

Sturridge Sebut Liverpool Butuh ‘Destroyer’

Menurut Sturridge, pembicaraan mengenai kebutuhan Liverpool terhadap gelandang bertahan sebenarnya bukan hal baru. Isu itu sudah muncul selama tiga tahun terakhir.

Kedatangan Ryan Gravenberch sempat membuat pendekatan tersebut berubah. Gravenberch kemudian bermain secara konsisten dan Liverpool berhasil menjuarai Liga Premier.

Namun, Sturridge melihat komposisi lini tengah Liverpool saat ini masih terlalu ofensif.

Ia mencontohkan Mamadou Sangare yang baru didatangkan Brentford. Statistik Sangare disebut sangat menonjol, dengan sang pemain berada di peringkat ketiga dalam hal interception, tackles, dan possession recovered.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Nilai transfer Sangare sebesar £39 juta, atau sekitar Rp858 miliar, juga dianggap Sturridge masih masuk akal untuk klub seperti Liverpool.

Sturridge tidak mengatakan Sangare harus menjadi satu-satunya pilihan. Poin utamanya adalah Liverpool tidak memiliki pemain dengan profil seperti itu.

Trey Nyoni, misalnya, mendapat penilaian positif dari Sturridge. Ia menyukai kualitas sang pemain dan menyebutnya luar biasa. Namun, Nyoni dinilai lebih cocok sebagai gelandang nomor enam atau nomor delapan yang mengandalkan kemampuan memainkan bola.

Bukan tipe penghancur permainan.

Sturridge bahkan membandingkan profil tersebut dengan Sangare atau N’Golo Kante, pemain yang bisa membuat lawan berpikir dua kali ketika masuk ke area tengah.

Iraola Tak Mau Menyalahkan Pemain Liverpool

Persoalan lini tengah itu kemudian ditanyakan langsung kepada Iraola setelah pertandingan melawan Newcastle.

Namun, Iraola tidak melihat masalah tersebut sebagai sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan membeli satu pemain baru.

Ia meminta tim beradaptasi.

Iraola memahami alasan munculnya pertanyaan tersebut, terutama karena Ryan Gravenberch sempat berada di tepi kotak penalti lawan. Jika situasi itu berujung tembakan dan gol, posisi Gravenberch tentu akan terlihat sebagai keputusan yang tepat.

Iraola juga tidak ingin menghilangkan kebebasan tersebut dari permainan Gravenberch.

Yang dibutuhkan, menurutnya, adalah pemahaman kolektif ketika situasi seperti itu terjadi.

Pada proses terciptanya gol kedua Newcastle, Iraola menilai Liverpool sebenarnya memiliki jumlah pemain yang cukup untuk bertahan. Masalahnya, mereka tidak melakukan pelanggaran, gagal memenangkan perebutan bola pertama dan tidak cukup cepat mempersempit jarak dengan pemain yang membawa bola.

Hasil akhirnya adalah gol yang luar biasa dari lawan.

Karena itu, Iraola menilai persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pemain yang berada di posisi nomor enam. Ada pekerjaan yang harus dilakukan bersama.

Liverpool Masih Punya Ruang di Lini Tengah

Liverpool sebenarnya mempunyai ruang untuk menambah pemain di sektor tersebut setelah Curtis Jones pindah ke Inter Milan dengan nilai £30 juta atau sekitar Rp660 miliar.

Perpindahan Jones juga membuka kesempatan bagi klub untuk menambah gelandang lain.

Di tengah situasi itu, Iraola disebut sangat terkesan dengan sosok yang dipilih FSG sebagai pengganti Jones di lini tengah.

Namun, Liverpool juga diketahui telah memutuskan tidak mengejar tiga gelandang top yang akhirnya pindah ke klub lain pada musim panas ini.

Artinya, pilihan di lini tengah masih menjadi bagian penting dari pekerjaan Liverpool sebelum bursa transfer ditutup.

Exit mobile version