Cara Licik Tottenham Cegah Harry Kane Pergi, Pasang Harga Hingga 3,5 Trilyun!

Gila Bola – Harry Kane tampaknya ditakdirkan untuk hidup abadi di Tottenham Hotspur dan menyia-nyiakan kualitas kelas dunianya dengan karir yang minim trofi, sesuatu yang bisa sangat disesalkan ketika dia gantung sepatu nantinya.

Penyerang internasional Inggris Harry Kane hampir pasti akan tetap bertahan di Tottenham Hotspur musim panas ini dengan klub menolak untuk membiarkan kapten mereka bergabung dengan rival Premier League mereka.

Satu-satunya cara penyerang berusia 27 tahun itu bisa pergi adalah jika duo raksasa Spanyol, Barcelona atau Real Madrid, bisa menggodanya untuk pindah sekaligus membayar hingga Rp 3,5 Trilyun kepada klub London Utara.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Harry Kane menyadari dia mungkin harus keluar dari klub masa kecilnya untuk memenangkan penghargaan bergengsi yang akan melengkapi karir sepak bolanya, tetapi dia setia kepada Tottenham Hotspur, mencintai klub dan saat ini tidak mau memaksakan kepindahannya dari klub.

Striker internasional Inggris itu memiliki sisa tiga tahun pada kontraknya saat ini yang dia tanda tangani pada Juni 2018 dan berharap klub akan memenuhi ambisinya pada waktu itu, memenangkan trofi pertamanya untuk klub sejak memulai karir senior pada 2011.

Harry Kane telah banyak dikaitkan dengan minat dari Manchester United dan Manchester City, tapi laporan dari SunSport menyebutkan bahwa Ketua Spurs Daniel Levy tidak akan melakukan bisnis apapun dengan rival Premier League mereka untuk transfer kapten mereka.

Sementara dengan bandrol hingga Rp 3,5 Trilyun, klub-klub luar Inggris seperti Real Madrid dan Barcelona pun tidak akan sanggup menebusnya di tengah masalah finansial seperti saat ini, yang berarti kepergian pemilik 53 caps bersama The Three Lions itu tampak hampir mustahil.

Spurs juga tahu bahwa pemain seperti Erling Haaland, 20 tahun, dan Kylian Mbappe, 22 tahun, saat ini tersedia dan mereka menawarkan nilai jangka panjang yang lebih baik daripada Harry Kane yang akan berusia 28 pada awal musim depan. Jadi klub-klub elit Eropa akan lebih memilih mengejar penyerang Norwegia dan Prancis itu ketimbang skipper tim nasional Inggris.