Kehilangan Bruno Guimaraes memaksa Newcastle United mencari solusi baru di lini tengah dalam dua bulan ke depan. Kapten asal Brasil itu selama ini menjadi sumber kreativitas utama, pemain yang mampu membongkar pertahanan lawan lewat umpan presisi dan visi bermainnya. Tanpa dirinya, Eddie Howe harus menata ulang pendekatan tim agar produktivitas serangan tidak menurun, terutama saat bermain di St James’ Park.
Absennya Bruno terasa krusial pada laga kandang ketika lawan cenderung bertahan rapat dan menunggu kesempatan serangan balik. Dalam situasi seperti itu, kemampuan membuka ruang di tengah lapangan menjadi sangat penting. Newcastle telah melewati ujian awal saat menghadapi Aston Villa pada Sabtu malam, tetapi tantangan berikutnya dipastikan tidak ringan.
Howe tidak kekurangan pemain dengan kualitas individu. Namun, beberapa nama harus tampil lebih berani dan konsisten untuk menutup celah yang ditinggalkan sang kapten.
Anthony Gordon dan Tuntutan Kreativitas dari Sisi Lapangan
Selain Bruno, tidak banyak pemain Newcastle yang mampu membongkar pertahanan seefektif Anthony Gordon. Contohnya terlihat saat menghadapi Tottenham, ketika akselerasinya memancing pemain lawan keluar dari posisi dan memberi ruang bagi Jacob Ramsey mencetak gol penentu.
Kemampuan melewati satu lawan satu menjadi senjata utama Gordon. Dalam situasi ketika tim kesulitan menembus blok pertahanan rapat, aksinya di sisi lapangan atau bahkan saat bergerak ke area tengah bisa menciptakan celah. Ia dituntut terus memancing bek lawan keluar dari posisi, baik untuk mencetak gol sendiri maupun membuka ruang bagi rekan setim.
Nick Woltemade dan Peran di Ruang Antarlini
Nick Woltemade selama ini digambarkan lebih cocok sebagai pemain nomor 10 ketimbang penyerang murni. Ia kerap turun menjemput bola dan mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan. Absennya Bruno membuka peluang bagi Woltemade untuk menunjukkan seberapa besar dampaknya di area tersebut.
Namun, perannya tidak akan efektif tanpa pergerakan pemain di depan. Ia membutuhkan opsi lari dari Yoane Wissa, Will Osula, atau gelandang yang berani masuk ke kotak penalti. Tanpa pergerakan itu, ruang yang tercipta tidak akan menghasilkan peluang nyata.
Jacob Ramsey dan Momentum yang Harus Dimanfaatkan
Performa Jacob Ramsey mulai menunjukkan peningkatan sejak bergabung dari Aston Villa. Kini, ia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kontribusi kreatifnya secara signifikan.
Ramsey memang bukan tipe pemain yang sama dengan Bruno. Namun, ia memiliki atribut gelandang box-to-box yang mampu membantu serangan sekaligus menyelesaikan peluang. Situasi ini bisa menjadi momen penting baginya untuk mengambil peran lebih besar di lini tengah.
Joe Willock dan Kenangan Umpan Ikonik
Joe Willock juga kembali menemukan perannya di tim setelah sempat berada dalam periode sulit. Kemampuannya menembus lini lawan dan melepas umpan terobosan bisa menjadi solusi saat tim kesulitan menciptakan peluang.
Masih teringat bagaimana ia memberikan assist menggunakan sisi luar kaki kepada Alexander Isak dalam kemenangan 6-1 atas Spurs pada 2023. Momen seperti itu menjadi pengingat bahwa Willock memiliki kualitas untuk membuat perbedaan di sepertiga akhir lapangan.
Sandro Tonali sebagai Penyeimbang
Peran Sandro Tonali mungkin tidak sepenuhnya berkaitan dengan kreativitas. Namun, konsistensinya akan menentukan keseimbangan lini tengah Newcastle. Musim lalu, ketika ia bermain lebih dalam dan Bruno bergerak sebagai nomor delapan, dinamika permainan tim berubah signifikan.
Tonali bahkan disebut tampil sebagai salah satu gelandang terbaik di posisinya pada periode tersebut, terutama ketika Rodri dari Manchester City mengalami cedera. Dalam laga melawan Aston Villa, ia juga menunjukkan ancaman lewat kontribusi gol. Newcastle membutuhkan performa stabil darinya agar struktur permainan tetap terjaga tanpa kehadiran sang kapten.

