Gilabola.com – Cedera Patrick Dorgu memaksa Manchester United bergerak cepat. Rafael Leao, Tyrique George, hingga Ndiaye masuk radar transfer.
Patrick Dorgu, sosok yang selama ini tampil apik di sisi kiri di Liga Inggris, kini harus menepi. Cedera membuatnya absen di saat Manchester United sedang mencoba menjaga momentum.
Dan di sinilah masalah itu muncul. Tanpa Dorgu, siapa yang bisa menghidupkan sisi kiri serangan Setan Merah?
Transformasi Dorgu yang Terhenti di Tengah Jalan
Sejak awal musim, Carrick mengambil keputusan berani. Ia menggeser Patrick Dorgu dari bek kiri menjadi winger. Hasilnya? Mengejutkan!
Pemain muda itu tampil lebih agresif, rajin menusuk, dan memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dorgu bukan hanya pelapis. Ia berubah menjadi senjata utama.
Namun sepak bola selalu punya sisi kejam. Cedera menghentikan momentum itu. Dan Carrick kini kehabisan opsi murni di sektor tersebut.
Rafael Leao, Opsi Mahal yang Menggoda Setan Merah
Menurut laporan Daily Mail, Man United kini mulai bergerak. Fokus utama mereka adalah mencari winger kiri jangka panjang di bursa transfer, seiring rencana mempertahankan skema empat bek musim depan.
Salah satu nama terbesar yang muncul adalah Rafael Leao. Bintang AC Milan itu dikenal sebagai pemain eksplosif. Cepat, kuat, dan mematikan di kotak penalti.
Musim ini, Leao sudah mencetak tujuh gol dari 16 laga Serie A.
Nilai pasarnya diperkirakan mencapai £60 juta, atau sekitar Rp1,17 triliun. Media Italia menyebut Milan siap melepasnya, asalkan harga sesuai.
Namun apakah United siap berjudi dengan angka sebesar itu?
Tyrique George, Paket Hemat dari Stamford Bridge
Selain Leao, United juga mengintip bakat muda Chelsea. Dia adalah Tyrique George.
Winger muda ini minim menit bermain di Stamford Bridge. Sepanjang musim, ia baru tampil empat kali di Premier League. Situasi itu membuatnya terbuka untuk pindah.
Nilai pasarnya hanya sekitar £19 juta, setara Rp370 miliar. Jauh lebih murah dibanding Leao. Namun ada risiko besar!
George masih minim pengalaman di level tertinggi. Ia belum benar-benar teruji dalam tekanan besar seperti di Old Trafford.
Apakah United siap bersabar?
Iliman Ndiaye, Target Sulit dari Goodison Park
Nama ketiga datang dari Merseyside. Iliman Ndiaye, bintang Everton, juga masuk radar Setan Merah.
Pemain berusia 25 tahun itu tampil konsisten bersama tim asuhan David Moyes. Musim ini, ia mencatat 17 penampilan Premier League, dengan empat gol dan dua assist.
Everton bersikukuh tidak ingin menjual. Namun jika United berhasil menggoda sang pemain, situasinya bisa berubah.
Harga Ndiaye diprediksi berada di antara Leao dan George. Murah tidak, mahal pun belum tentu.
Arah Proyek Michael Carrick
Kami di Gilabola melihat, masalah ini bukan sekadar soal mencari pengganti Dorgu. Ini tentang arah proyek Michael Carrick.
Selama ini, Carrick membangun tim dengan pendekatan fleksibel. Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Bruno Fernandes, hingga Mason Mount diberi kebebasan bergerak.
Namun sisi kiri masih belum stabil.
Kehadiran winger murni akan menentukan apakah United bisa naik level, atau hanya stagnan di zona aman.
Jika memilih Leao, United sedang mengejar efek instan. Jika memilih George, mereka sedang membangun masa depan. Jika memilih Ndiaye, mereka mencari keseimbangan.
Setiap pilihan punya risiko. Dan musim depan bisa ditentukan dari keputusan ini.
Tekanan Besar di Bursa Transfer Mendatang
Cedera Dorgu membuka mata semua pihak. United tidak bisa lagi bergantung pada solusi darurat. Mereka butuh sosok yang siap tempur, konsisten, dan tahan tekanan.
Bursa transfer mendatang akan menjadi ujian besar bagi manajemen.
Apakah mereka berani all-in untuk bintang besar? Atau memilih jalur hemat yang penuh kesabaran?
Satu hal pasti. Sisi kiri Old Trafford tidak boleh lagi menjadi titik lemah.

