Cegat Bolanya! Data Perlihatkan Distribusi Gol Merata Alasan Kesuksesan Manchester City, United dan Leicester

Gila Bola – Data pencetak gol dan peran mereka di dalam klub berikut ini menjelaskan penampilan buruk Liverpool musim 2020/21 ini, sekaligus menjadi alasan performa luar biasa dari Manchester City dan dua pesaing terdekatnya Man United dan Leicester City.

Statistik memperlihatkan ketergantungan luar biasa Liverpool pada para penyerang mereka dalam mencetak gol, mencapai 82 persen dari 48 gol mereka musim ini. Sebuah hal lumrah secara teori di atas kertas, tapi membuat semua tim Liga Inggris lainnya tahu, cukup patahkan suplai ke para penyerang dan habis sudah produktifitas gol the Reds. Sisanya gol-gol skuad Juergen Klopp itu dibuat oleh para gelandang (9%) dan pemain belakang (9%).

Bandingkanlah itu dengan Manchester City, penguasa klasemen Premier League musim ini yang mencatatkan hanya 54 persen saja dari semua gol-gol mereka musim ini (64) datang dari para pemain depannya, dengan sejumlah pemain tengah seperti Kevin de Bruyne memainkan peran besar untuk gol-gol klub (32 persen), serta pemain bertahan dengan 14%. Gelandang Belgia itu sudah mencatatkan 11 gol di ajang Liga Inggris, empat di Liga Champions.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Faktanya adalah, striker Sergio Aguero absen hampir sepanjang musim akibat cedera berulang, namun ketidakhadirannya tidak terlihat karena mereka mampu mendistribusikan tanggung jawab mencetak gol pada para pemain tengah seperti Ilkay Guendogan. Sudah 12 gol Premier League dari sang pemain Jerman, plus tiga di Liga Champions.

Statistik mencolok diperlihatkan oleh Manchester United dan Leicester City, dengan masing-masing penghuni urutan kedua dan ketiga klasemen Liga Inggris itu mengandalkan para pemain tengah dalam porsi yang jauh lebih tinggi daripada penyerangnya.

Setan Merah memiliki 51 persen dari semua gol-gol mereka musim ini (56) datang dari para gelandang (misalnya Bruno Fernandes) dan sisanya 38 persen dari pemain depan seperti Marcus Rashford dan 11% dari bek.

Sementara itu the Foxes mengandalkan sampai 56 persen dari total gol mereka musim 2020/21 ini (53) dari para pemain tengahnya dengan hanya 37 persen dari strikernya dan sisanya dari pemain belakang (8%).

Hal yang sama secara lebih ekstrim terlihat dari West Ham United, tim yang secara ajaib berhasil diubahkan menjalani hidup baru dari tim dekat-dekat degradasi musim lalu menjadi tim yang mengejar zona Liga Champions pada musim ini. Dari total 45 gol milik the Hammers musim ini, sebanyak 60 persen datang dari para gelandang mereka, sisanya dalam jumlah yang kurang dari setengahnya oleh pemain depan (23 persen) dan pemain bertahan (16%). Anda bisa melihat statistik sepenuhnya dari twit di bawah ini.