Chelsea dikabarkan telah mengambil keputusan terkait posisi pelatih mereka, Liam Rosenior, setelah kembali menelan kekalahan di Premier League. Tim asal London barat tersebut kalah telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Amex Stadium pada Rabu dini hari.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi peluang mereka untuk lolos ke UEFA Champions League musim depan. Bahkan, lawan mereka justru berhasil melampaui posisi tim London barat di klasemen. Pasukan Rosenior kini berada di peringkat ketujuh dan sudah memainkan satu laga lebih banyak dibanding pesaing terdekat.
Gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck semakin memperparah situasi tim bermarkas di Stamford Bridge. Mereka tampil tanpa ancaman berarti dan kini telah menjalani lima pertandingan liga tanpa mencetak gol.
Sikap Manajemen terhadap Rosenior
Petinggi klub disebut sudah menentukan arah terkait masa depan pelatih berusia 41 tahun tersebut. Rosenior, yang menggantikan Enzo Maresca pada Januari lalu, masih mendapatkan dukungan dari dewan klub.
Namun, dukungan itu tidak tanpa syarat. Pihak BlueCo tetap berkomitmen, tetapi performa buruk dalam beberapa laga terakhir menjadi perhatian serius.
Lima pertandingan terakhir musim ini disebut akan menjadi penentu nasib Rosenior. Di balik layar, beberapa kandidat pelatih lain juga mulai dipertimbangkan, termasuk pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, yang dinilai tinggi oleh petinggi klub.
Sebelum kekalahan dari Brighton, Rosenior sempat menunjukkan keyakinan terhadap posisinya. Ia menegaskan bahwa rencana tim tidak akan berubah, terlepas dari berhasil atau tidaknya lolos ke Liga Champions.
Ia menyatakan bahwa kebutuhan tim untuk meraih kesuksesan tetap sama dan tidak bergantung pada hasil akhir musim.
Biaya Besar Jika Chelsea Memecat Rosenior
Memecat pelatih bukan keputusan mudah, salah satunya karena dampak finansial yang besar. Saat ini, Rosenior menerima gaji sekitar Rp68 miliar per tahun, dengan kontrak yang berlaku hingga 2032.
Menurut laporan, klub harus mengeluarkan sekitar Rp408 miliar jika memutuskan untuk mengakhiri kontraknya sekarang. Di tengah kondisi keuangan yang sudah tertekan, angka tersebut tentu menjadi beban tambahan.
Meski demikian, jika performa tim tidak menunjukkan perbaikan, manajemen bisa saja tidak memiliki pilihan lain.

