Chelsea Bukukan Rekor Keuntungan Akibat Embargo Transfer

Chelsea Bukukan Rekor Keuntungan Akibat Embargo Transfer

Gilabola.com – Chelsea raup keuntungan terbesar di era Roman Abramovich, tepat di saat mereka harus jalani embargo transfer yang dijatuhkan Fifa.

Barangkali ini menjadi berkah tersendiri dari larangan transfer yang diberlakukan Fifa kepada Stamford Bridge dalam dua bursa transfer. Tak bisa datangkan pemain baru namun melepas sejumlah pemainnya di musim panas ini, membuat the Blues kantongi 133 juta Poundsterling atau 2,36 triliun Rupiah.

Frank Lampard tidak bisa menandatangani kontrak pemain baru, setelah ia kembali ke bekas klubnya dari Derby County. Selain itu, Lampard juga harus melihat ada 21 pemainnya yang meninggalkan Stamford Bridge di musim ini, termasuk bintang andalan, Eden Hazard, dan penyerang gagal, Alvaro Morata. Dari situ, Lampard mampu menghasilkan dana mencengangkan, 173 juta Pounds, atau sekitar 3,07 triliun Rupiah!

Namun, angka itu menyusut menjadi 133 juta Pounds, setelah the Blues bayarkan kontrak permanen pemain pinjamannya dari Real Madrid, Mateo Kovacic, sebesar 40 juta Pounds. Kovacic mulus bergabung dengan skuad Lampard karena sudah terdaftar sebagai pemain the Blues – walau pinjaman, musim lalu.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Nilai keuntungan sebesar 133 juta Pounds itu sangat mencengangkan jika dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diraup pelatih-pelatih Chelsea sebelumnya. Apalagi, Felipe Scolari bertahun-tahun lalu hanya bisa meraup untung 13 juta Pounds, saat ia menyeimbangkan kedatangan Jose Bosingwa dan Deco yang menelan dana 27 juta Pounds dengan dilepasnya Shaun Wright-Phillips dan Wayne Bridge ke Manchester City saat itu.

Sebelum Lampard, Abramovich sempat meraup untung besar saat mereka diasuh Jose Mourinho pada musim 2014/15, saat pelatih Portugal itu datangkan Diego Costa dan Cesc Fabregas, lalu memenangkan gelar juara Liga Premier. Tapi, Mourinho kemudian menghabiskan 6 juta Pounds setelah melepas David Luiz, Romelu Lukaku dan Andre Schurrle.

Namun, selain dari tiga musim tersebut, Abramovich mencatat kerugian di semua bursa transfer yang pernah dilaluinya. Di dua bursa musim panas lainnya saat Mourinho melatih di periode ke dua, pelatih itu malah menghabiskan banyak uang. Bukannya untung, the Blues malah alami kerugian hingga 43 juta Pounds.

Besaran kerugian itu terbilang masih mending jika dibandingkan dengan periode pertama The Special One di Stamford Bridge. Pasalnya, saat itu ia terus lakukan bisnis pemain di empat bursa musim panas tanpa henti, hingga membuat Abramovich merugi 245 juta Pounds – meskipun Mourinho menghasilkan dua gelar.

Paling parah, saat Chelsea diasuh Claudio Ranieri. Pelatih Italia ini menghabiskan 152 juta Pounds, dan HANYA menghasilkan 1 juta Pounds saja. Nilai keuntungan ini menjadi yang paling sedikit dibandingkan manajer the Blues yang lainnya.

Walau berhasil mempersembahkan trofi, selama dua musim kepemimpinan Ancelotti pemilik the Blues tercatat alami kerugian hingga 118 juta Pounds. Demikian diungkapkan SunSport.

Sementara di era Maurizio Sarri, walau hanya datangkan dua pemain permanen musim panas lalu pelatih itu membuat the Blues rugi hingga 124 juta Pounds. Ini terjadi setelah Sarri menandatangani kontrak Christian Pulisic pada Januari lalu, sebelum meminjamkannya kembali ke Borussia Dortmund.

Menariknya, Antonio Conte menghabiskan paling banyak uang klub dibandingkan semua manajer Chelsea sebelumnya. Hanya dalam satu musim, dengan mencetak rekor 234 juta Pounds di musim 2017/18 lalu.

Namun, Conte juga menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan Lampard, yakni sebanyak 181 juta Pounds, walau klub masih mengalami defisit sebesar 53 juta Pounds. Dengan demikian, totalnya, kerugian Abramovich mencapai angka mencengangkan, yakni senilai 744 juta Pounds atau sekitar 13 triliun Rupiah!

Tapi, meskipun Lampard meraup banyak untung, angka itu pasti akan berubah jika embargo transfer segera berakhir atau dibatalkan, dan mantan gelandang the Blues itu bisa datangkan pemain baru, walau punya kemungkinan pula melepas sejumlah pemain veterannya.