Chelsea Diminta Tolak Pendekatan Juventus

Chelsea Diminta Tolak Pendekatan Juventus

Gilabola.com – Chelsea didesak untuk menolak pendekatan apapun yang dilakukan Juventus pada sang pelatih, Maurizio Sarri.

Hal itu diungkapkan pemain senior the Blues, David Luiz, yang berharap hirarki klub akan mempertahankan Maurizio Sarri di Stamford Bridge musim depan.

Sarri berhasil mengklaim trofi pertama dalam karir kepelatihannya, Kamis (30/5), setelah the Blues kalahkan Arsenal, 4-1, di final Liga Europa. Sayangnya, usai laga, Eden Hazard menegaskan keinginannya untuk bergabung dengan Real Madrid musim depan.

Masa depan Sarri di Stamford Bridge tetap tidak pasti, walaupun ia berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa dan membawa Chelsea kembali ke Liga Champions musim depan, setelah finish di posisi tiga Liga Premier. Sarri juga sukses membawa Luis dan kawan-kawan bertarung di final Piala Liga, yang sayangnya dikalahkan Manchester City lewat drama adu penalti.

Diincar Juventus

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sementara itu, Juventus berniat memboyong Sarri kembali ke Italia dan menjadi pelatih mereka, setelah kepergian Massimiliano Allegri. Apalagi presiden Juve, Andrea Agnelli, dikabarkan sudah lakukan pertemuan dengan pimpinan the Blues, Bruce Buck, tepat di hari pertandingan final Liga Europa di Baku.

The Blues sebelumnya dikabarkan siap untuk melepas Sarri pergi, jika pelatih itu ingin kembali ke Italia. Tapi, klub London barat tersebut tetap akan meminta Juventus untuk membayar sebesar 5 juta Poundsterling sebagai kompensasi.

Tapi Luiz merasa, Sarri yang akan menggelar pembicaraan dengan hirarki klub dan membahas posisinya, harus tetap menjadi pelatih bagi skuad the Blues musim depan.

Ingin Klub Pertahankan Sarri

Luiz pun sempat ditanya Standard Sport apakah dia ingin hierarki Chelsea melakukan segalanya untuk mempertahankan Sarri. “Ya. Karena dia baik-baik saja, dia bisa membawa kami tampil bagus selama musim ini, bahkan melewati semua kesulitan yang kami alami,” ujar Luiz.

“Ini musim pertamanya di Bridge, yang pertama kali juga di sepakbola Inggris. Dia pria yang hebat, pribadi hebat, manajer hebat dan kami bisa menutup musim dengan cara terbaik, karena kami selesai dan memenangkan trofi dengan cara yang dia terapkan,” tambahnya.

“Bahkan setelah kami kebobolan, kami bisa terus bermain sesuai filosofinya dan terus mencoba mencetak lebih banyak gol. Itu akhir musim terbaik baginya dan dia pantas mendapatkan penghargaan di sini,” ujar bek asal Brasil itu.