Chelsea resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca sebagai manajer, keputusan yang diambil setelah muncul kegelisahan internal terkait komentarnya saat manajemen langsung bergerak menghubungi Liam Rosenior sebagai kandidat terdepan pengganti di Stamford Bridge.
Keputusan ini diumumkan langsung melalui situs resmi klub pada hari yang sama. Chelsea menegaskan bahwa perpisahan tersebut berlaku seketika, menandai berakhirnya masa jabatan Maresca di tengah musim yang masih berjalan.
Sebelumnya, laporan menyebutkan posisi Maresca berada dalam tekanan serius. Situasi memanas setelah komentar sang pelatih yang menyebut dirinya mengalami 48 jam terburuk selama bekerja di Chelsea, meski tim meraih kemenangan atas Everton pada 13 Desember.
Komentar tersebut ternyata tidak diterima dengan baik oleh jajaran petinggi klub. Manajemen menilai pernyataan itu kurang mencerminkan stabilitas internal, terutama di tengah upaya klub menjaga konsistensi performa tim.
Meski begitu, Chelsea sejatinya cukup puas dengan dampak kerja Maresca sejak kedatangannya. Namun, pemilik klub Todd Boehly dan Behdad Eghbali dikabarkan merasa terkejut sekaligus terganggu dengan pernyataan publik pelatih asal Italia tersebut.
Pernyataan Resmi Chelsea dan Alasan Perpisahan
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyampaikan bahwa klub dan Enzo Maresca sepakat berpisah jalan. Klub juga mengapresiasi kontribusi Maresca selama menangani tim utama.
Chelsea menyoroti keberhasilan Maresca membawa klub menjuarai UEFA Conference League serta FIFA Club World Cup. Dua trofi tersebut disebut akan selalu menjadi bagian penting dalam catatan sejarah klub beberapa musim terakhir.
Namun, dengan masih banyak target yang harus dikejar di empat kompetisi berbeda, manajemen menilai perubahan di kursi pelatih memberi peluang lebih besar untuk memperbaiki arah musim. Target utama tetap mengamankan tiket Liga Champions.
Chelsea menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan bersama. Klub juga menyampaikan harapan terbaik untuk masa depan Maresca setelah tidak lagi menangani The Blues.
Keputusan tersebut sejalan dengan laporan dari jurnalis The Athletic, David Ornstein. Dia menyebut posisi Maresca dinilai sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan setelah berbagai pertimbangan internal.
Ornstein juga melaporkan bahwa manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, tidak masuk dalam daftar kandidat pengganti. Fokus Chelsea disebut mengarah ke nama lain yang dinilai lebih siap.
Liam Rosenior Jadi Kandidat Kuat
Sumber internal menyebut Chelsea yakin Liam Rosenior memiliki kapasitas untuk memimpin tim utama. Saat ini, Rosenior menjabat sebagai pelatih Strasbourg, klub Ligue 1 yang juga berada di bawah kepemilikan BlueCo.
Kedekatan struktur kepemilikan membuat proses pendekatan berjalan lebih cepat. Chelsea disebut sudah melakukan komunikasi awal untuk menanyakan kesediaan Rosenior mengambil peran besar di Stamford Bridge.
Laporan lanjutan menyebut Rosenior bahkan sudah ditanya secara langsung mengenai kemungkinan menerima jabatan tersebut. Langkah ini menunjukkan Chelsea tidak ingin berlama-lama dalam menentukan arah baru tim.
Di sisi lain, agenda Chelsea di bursa transfer tetap berjalan. Fulham dikabarkan berencana mendekati dua pemain Chelsea dalam waktu dekat, situasi yang ikut menjadi perhatian manajemen.
Selain itu, Chelsea juga disebut ikut dalam perburuan pemain bintang Serie A. Nama sang pemain belum diungkap, namun masuk kategori target utama untuk memperkuat skuad musim depan.

