Chelsea Kalah, Maurizio Sarri Tuding Anak Buahnya Over Pede

Chelsea Kalah, Maurizio Sarri Tuding Anak Buahnya Over Pede

Gilabola.com – Manajer Chelsea Maurizio Sarri mengkritik sikap pemainnya yang terlalu percaya diri alias over pede setelah kalah mengejutkan 2-1 di Wolverhampton, Kamis (6/12).

Gol pembuka dari Ruben Loftus-Cheek membuat Chelsea unggul di Stadion Molineux, namun gol di babak kedua dari Raul Jimenez dan Diogo Jota membuat tuan rumah Wolverhampton mengklaim kemenangan mengejutkan di ajang Premier League.

Dengan kekalahan ini skuad asuhan Maurizio Sarri merosot ke posisi keempat dalam klasemen, 10 poin di belakang Manchester City menjelang kedatangan sang pemimpin liga ke Stamford Bridge pada hari Minggu (9/12) dini hari WIB.

Sarri merasa kekalahan dari Wolves dapat membantu Chelsea saat dia memuji Manchester City besutan Pep Guardiola.

BACA:  Chelsea Tekad Datangkan Striker Baru, Januari

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, City adalah yang terbaik di Eropa, mungkin di dunia, mereka bisa menang atau bisa juga tidak di Liga Champions, tetapi itu tergantung pada momennya,” kata Sarri dalam konferensi pers.

Advertisement
OLE777
OLE777

“Musim lalu saya pikir City adalah tim terbaik di Liga Champions, tetapi kemudian untuk dua pertandingan yang mereka mainkan, mungkin bukan momen terbaik City.”

“Jika Anda harus bermain melawan mereka selama 10 bulan, saya pikir mereka adalah yang terbaik di dunia saat ini. Jadi kami akan menghadapi pertandingan yang sulit untuk alasan ini.”

Chelsea punya masalah mentalitas

“Tentu saja, setelah pertandingan ini (lawan Wolves) kami kehilangan kepercayaan diri, tapi mungkin itu lebih baik. Kadang-kadang pemain saya menunjukkan bahwa mereka terlalu percaya diri.”

BACA:  Daftar Lengkap Tim Yang Lolos Ke Babak 32 Besar Liga Europa

Sarri membuat lima perubahan di tim yang mengalahkan Fulham pada hari Minggu, dengan Jorginho dan David Luiz menjadi pemain pengganti yang tidak terpakai.

Ditanya tentang pilihannya, pelatih asal Italia itu mengecilkan dampak dari perubahan, mengatakan dia tidak senang dengan cara pihaknya menderita kekalahan.

“Jika Anda menanyakan pertanyaan yang sama setelah 55 menit saya akan mengatakan ya, saya benar-benar sangat bahagia [dengan pemilihan tim],” ujarnya.

“Kami kehilangan segalanya, permainan kami, hasilnya, golnya, segalanya secara tidak sengaja. Itu bisa terjadi, tapi menurut saya itu bukan gara-gara perubahan tim. Saya pikir itu gara-gara mentalitas tim.”