City Juara, Tapi Manchester United yang Terima Uang Lebih Banyak

Manchester City memperoleh penghasilan lebih sedikit dibandingkan Manchester United karena ada dua pertandingan lebih sedikit yang ditayangkan langsung di seluruh Inggris.
Manchester City memperoleh penghasilan lebih sedikit dibandingkan Manchester United karena ada dua pertandingan lebih sedikit yang ditayangkan langsung di seluruh Inggris.

Gilabola.com – Kita semua tahu Manchester City juara Liga Inggris, tapi justru Manchester United-lah yang membawa pulang uang lebih banyak dari kompetisi musim ini. Kok bisa?

Skuad Pep Guardiola menjuarai Premier League musim ini tapi malah rival sekotanya, The Red Devils, yang mengantongi duit lebih banyak. Apa yang salah? Begini penjelasannya.

Kemenangan Manchester City yang memecahkan rekor Premier League pada musim kedua Pep Guardiola sebagai manajer di Inggris memberi mereka hampir 150 juta poundsterling dalam bentuk uang tunai, dengan angka resmi yang dirilis hari ini menunjukkan mereka telah mengantongi £ 149,438,654 (setara Rp 2,83 Trilyun).

Uang itu sebagian besar berasal kontrak hak siar TV yang didapatkan Premier League, tetapi juga termasuk bagian City dari pendapatan komersial gabungan. Tetapi setelah semuanya dihitung City ternyata hanya membawa pulang uang lebih sedikit dari rival Manchester United, yang mengantongo £ 149,767,145 (Rp 2,84 Trilyun).

BACA:  Jose Mourinho Tersinggung Direndahkan Dalam Dokumenter Manchester City

United menerima uang lebih banyak karena lebih banyak juga laga Setan Merah yang disiarkan langsung TV (28 di Inggris) dibandingkan City (26).

Advertisement

Manchester City adalah penerima tertinggi kedua, diikuti oleh Liverpool (Rp 2,77 Trilyun) lalu Tottenham (Rp 2,74 Trilyun).

Liverpool meraih lebih banyak duit dibandingkan Tottenham meski finish lebih rendah dari Spurs di klasemen. Kasusnya sama seperti Manchester tadi. Mereka memiliki lebih banyak pertandingan siaran langsung di TV di Inggris – dan lebih banyak game TV berarti lebih banyak uang dibayarkan. Jadi baik City maupun Spurs sama-sama menderita karena basis massa pendukung mereka lebih sedikit.

BACA:  Dilarang, Pelatih Chelsea Hanya Bisa Pegang Rokok dan Korek Api Saja

Urutan kelima dan keenam adalah Arsenal dan Chelsea. Sedangkan klub berpenghasilan terendah, di dasar klasemen West Brom, harus puas dengan ‘hanya’ Rp 1,8 Trilyun. Tidak buruk sebenarnya.

Hadiah uang berkelimpahan inilah yang menyebabkan klub-klub bertahan mati-matian agar tak terdegradasi dari divisi Premier League.

Ikuti perkembangan berita seputar sepak bola hanya di Gilabola.com