
Gilabola.com – Perubahan suasana terjadi mengejutkan di Chelsea saat klub dikabarkan memasuki fase yang tidak harmonis dengan Cole Palmer, dengan dinamika klub dan performa pemain pun memicu pembicaraan serius di Inggris.
Sejak kedatangannya dari Manchester City pada musim panas 2023 senilai Rp 943 Miliar, Palmer telah menjelma sebagai idola baru bagi publik Stamford Bridge berkat performanya yang gemilang.
Bahkan gelandang Inggris itu langsung menjadi pemain terbaik klub dan nyawa permainan tim, langsung mencetak 27 gol dan 15 assist di semua kompetisi yang langsung membuatnya jadi pahlawan baru publik London Barat.
Palmer terus menjaga konsistensi performa dan produktivitasnya di musim keduanya di Chelsea, meski dengan sedikit penurunan dengan dia mencetak 18 gol dan 14 assist dalam 52 penampilan.
Di awal musim, Palmer sebenarnya menunjukkan bahwa dia akan terus menjadi nyawa tim Chelsea, terutama setelah dua golnya di final mengantarkan timnya menjuarai Piala Dunia Antar Klub FIFA.
Sayangnya, situasi itu kemudian berubah dengan cepat seiring musim berjalan ketika Palmer kesulitan menjaga konsistensi karena masalah cedera dan penurunan pengaruh di dalam tim.
Sempat absen lama karena cedera paha, sejauh ini gelandang berusia 23 tahun itu baru tampil 14 kali di semua kompetisi dengan lesakan lima gol tanpa sumbangan assist sama sekali.
Statistik Cole Palmer Musim Ini:
- Penampilan : 14
- Starter : 11
- Gol/assist : 5/0
- Menit bermain : 849
- Tampil penuh 90 menit : 4
Pertanyaan semakin menguat tentang apakah Chelsea masih butuh Palmer setelah skuad asuhan Liam Rosenior berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor 1-3 di Selhurst Park meski tanpa sang playmaker andalan.
Pada periode-periode sebelumnya, The Blues tampak sangat bergantung pada gelandang internasional Inggris itu, tapi seiring berjalannya waktu, pandangan itu mulai luntur seiring perubahan struktur bermain tim.
Penurunan itu tidak serta merta karena penurunan kualitas, tapi ada indikasi pergeseran hubungan pemain dan klub. Isu mengenai Palmer yang makin tidak nyaman di London Barat makin terdengar.
Akhirnya, Manchester United mulai dikaitkan sebagai destinasi selanjutnya bagi pemain berusia 23 tahun itu, apalagi sang pemain diketahui merupakan fans The Red Devils semasa kecilnya.
Potensi reuni dengan Jason Wilcox yang kini bekerja di Old Trafford turut menambah narasi transfer potensial itu. Wilcox deikenal memiliki kedekatan dengan Palmer sejak masa pembinaan usia muda.
Ditambah dengan isu seputar masa depan Bruno Fernandes, yang kerap dikaitkan dengan minat dari Arab Saudi dan Manchester United sempat kepikiran untuk menjualnya mumpung masih ada nilai jual tinggi di usia 31 tahun.
Tentu saja, ruang kreatif di skuad The Red Devils terbuka, kepindahan Palmer ke klub idola masa kecilnya akan semakin terbuka, meski negoisasi dengan Chelsea mungkin tidak akan mudah karena gelandang Inggris itu terikat kontrak hingga 2032.
Opini Gilabola
Peluang transfer jelas terbuka, apalagi jika Bruno Fernandes jadi pergi ke Arab Saudi dan situasi Cole Palmer di Chelsea tidak membaik. Untuk saat ini, semua masih dalam wacana, tapi Palmer akan jadi sosok ideal sebagai suksesor Fernandes karena kualitas dan ikatan batin dengan the Red Devils.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow Gila Bola di Google News di sini!