
Gilabola.com – Leeds United merasakan pahitnya kehilangan poin di detik-detik penutup saat berkunjung ke Etihad Stadium. Setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menampilkan perlawanan luar biasa, harapan meraih satu angka pupus oleh gol telat yang mengunci kemenangan 3-2 untuk Manchester City dalam laga Premier League, Sabtu malam.
Start Buruk yang Berbuah Petaka
Pertandingan bahkan belum genap satu menit ketika gawang Leeds sudah bergetar. Dari serangan pertama City, Bernardo Silva menyodorkan bola ke Matheus Nunes di sisi kanan, yang kemudian mengirim umpan tarik kepada Phil Foden. Tanpa pengawalan ketat, gelandang Inggris itu melepaskan tembakan keras yang memantul mengenai mistar sebelum masuk, memberi tuan rumah keunggulan cepat.
Tertinggal sejak awal membuat Leeds mencoba naik lebih tinggi menekan, namun ruang yang ditinggalkan justru memberi peluang City untuk menggandakan skor. James Justin melakukan tekel krusial untuk menggagalkan peluang kedua Foden, tetapi dominasi City tetap tidak terbendung.
City Menggila, Leeds Tertekan
Foden terus menjadi ancaman utama. Sepakannya dari situasi bola mati hanya bisa dihentikan lewat penyelamatan brilian Lucas Perri. Namun kiper Leeds itu melakukan kesalahan fatal pada sepak pojok berikutnya. Usahanya untuk memukul bola justru kalah cepat dari Nico O’Reilly, dan bola kemudian jatuh ke kaki Josko Gvardiol yang dengan mudah mencetak gol kedua.
Leeds mencoba membalas lewat peluang Lukas Nmecha setelah menerima umpan Willy Gnonto, tetapi tembakannya masih melambung. Sementara itu, tekanan City terus berlanjut, membuat Daniel Farke berkali-kali terlihat frustrasi di pinggir lapangan.
Perubahan Sistem dan Dampak Calvert-Lewin
Babak kedua dimulai dengan langkah berani dari Farke. Ia menarik keluar Gnonto dan Daniel James, memasukkan Dominic Calvert-Lewin serta Jaka Bijol, sekaligus mengubah formasi menjadi 3-5-2.
Perubahan itu langsung terasa. Empat menit setelah jeda, Calvert-Lewin memanfaatkan kerja sama Ilia Gruev dan Ao Tanaka. Meski sempat kehilangan bola, kekacauan di lini belakang City memberi celah bagi sang striker untuk menyambar peluang di depan gawang dan memperkecil ketertinggalan.
Momentum berubah. Leeds bermain lebih percaya diri, bahkan beberapa kali memaksa City bertahan. Calvert-Lewin kembali menjadi pusat serangan dengan akselerasi dan pergerakan yang menyulitkan lawan.
Leeds Menyamakan Kedudukan
Tekanan Leeds berbuah hasil pada menit ke-68. Dari bola panjang di kanan, Jayden Bogle mengarahkan flick cerdas yang mengirim Calvert-Lewin masuk ke kotak penalti. Gvardiol mencoba menghentikannya namun justru menjatuhkannya dengan tekel ceroboh. Penalti diberikan.
Nmecha, yang menghadapi mantan klubnya, mengambil eksekusi. Tendangannya ditepis Gianluigi Donnarumma, tetapi bola muntah kembali ke arahnya dan ia memastikan skor imbang 2-2.
City merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk scramble berbahaya dari umpan Foden dan sepakan Jeremy Doku yang memaksa Perri melakukan penyelamatan penting. Leeds juga memberi ancaman balik, memaksa Erling Haaland hingga Donnarumma bekerja keras mengamankan daerah mereka.
Drama 10 Menit Tambahan dan Gol Penentu
Saat papan tambahan menunjukkan 10 menit extra time, atmosfer Etihad berubah semakin tegang. Dua menit berselang, Foden kembali menunjukkan kelasnya. Menguasai bola di tepi kotak penalti, ia melakukan gerakan cut inside dan melepas tembakan mendatar yang menembus kerumunan pemain sebelum bersarang di sudut kiri bawah gawang Perri.
Leeds tak menyerah dan terus mengirimkan bola-bola berbahaya ke kotak penalti City, namun tuan rumah bertahan hingga peluit panjang berbunyi. City menang 3-2, sementara Leeds harus menelan kekecewaan setelah hampir mencuri poin berharga.
Calvert-Lewin menjadi pemain Leeds paling menonjol, memberikan energi baru dan mengubah jalannya laga, tetapi sentuhan kelas dunia Foden menjadi pembeda yang tidak bisa mereka redam.
