Crystal Palace Bidik Calon Pengganti Oliver Glasner, Nama Lampard Masuk!

Crystal Palace, dikabarkan mulai menyusun daftar kandidat besar untuk mengisi posisi pelatih kepala menggantikan Oliver Glasner pada musim panas mendatang.

Pelatih asal Austria itu sebelumnya telah memastikan bahwa dirinya tidak akan memperpanjang kontrak bersama klub pada musim ini. Situasi tersebut membuat manajemen mulai bergerak cepat mencari sosok baru yang akan mengambil alih kursi kepelatihan setelah kompetisi berakhir.

Beberapa nama pun masuk dalam radar. Mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, disebut sebagai salah satu kandidat. Selain itu, muncul pula opsi ambisius dengan mempertimbangkan pelatih Coventry City, Frank Lampard.

Selain dua nama tersebut, beberapa pelatih lain juga dipantau, seperti Andoni Iraola, Thomas Frank, dan Robbie Keane. Namun, ketertarikan terhadap Lampard menjadi sorotan utama berkat performa impresifnya yang berhasil membawa Coventry promosi ke kasta tertinggi.

Masa Depan Frank Lampard Jadi Tanda Tanya

Meski tawaran dari Palace berpotensi menarik, keputusan Lampard untuk meninggalkan Coventry bukanlah hal yang mudah. Ia baru saja membawa tim tersebut kembali ke liga utama, sebuah pencapaian yang tentu ingin ia lanjutkan.

Musim yang luar biasa membuat Lampard diyakini masih ingin meneruskan proyek yang telah dibangunnya, sekaligus menguji kemampuan timnya bersaing di level tertinggi.

Di sisi lain, tantangan besar juga menanti siapa pun yang akan melatih di Selhurst Park. Hal ini karena Glasner telah memberikan standar tinggi setelah mempersembahkan gelar FA Cup dan Community Shield dalam satu tahun terakhir.

Peluang Kejutan dalam Bursa Pelatih

Meski demikian, bukan hal mustahil seorang pelatih berubah haluan. Contohnya, Enzo Maresca yang sebelumnya sukses membawa Leicester City promosi, namun kemudian memilih menerima tawaran dari Chelsea tanpa melanjutkan kiprahnya di Premier League bersama Leicester.

Dari semua kandidat, Lampard dinilai sebagai nama paling menarik dalam daftar incaran Palace. Sementara itu, kandidat lain seperti Amorim dan Frank justru dipandang sebagai pilihan berisiko setelah hasil kurang memuaskan bersama klub masing-masing, yaitu Manchester United dan Tottenham.