
Manchester United, Michael Carrick, dan Benjamin Sesko kini menjadi simbol kebangkitan di Liga Inggris, setelah Setan Merah perlahan keluar dari masa kelam pasca perpisahan dengan Ruben Amorim.
Klub raksasa Inggris itu menunjukkan perubahan besar dalam waktu singkat. Setelah menjalani “perceraian” yang tidak indah dengan Amorim, Manchester United justru menemukan kembali semangat dan identitas permainan mereka.
Akhir pekan lalu, United kembali meraih kemenangan penting yang membawa mereka semakin dekat ke jalur kebangkitan. Hasil tersebut menjadi bagian dari rangkaian positif yang membuat suasana di Old Trafford berubah drastis.
Sementara itu, persaingan di papan atas Premier League juga semakin memanas. Arsenal semakin dekat mengakhiri penantian 22 tahun untuk meraih gelar liga, setelah unggul enam poin dari para pesaingnya.
Kemenangan telak 4-0 atas Leeds mempertegas mental juara skuad Mikel Arteta. Hasil tersebut sekaligus membungkam keraguan soal tekanan sebagai favorit juara. Di sisi lain, Manchester City dan Aston Villa justru kehilangan poin penting.
Di bawah tiga besar klasemen, persaingan menuju zona Liga Champions juga semakin ketat. Chelsea, Liverpool, dan Manchester United sama-sama mengamankan kemenangan krusial pada akhir pekan ini.
Drama Old Trafford dan Gol Penebusan Sesko
Manchester United sempat berada di ambang kekecewaan saat menghadapi Fulham di Old Trafford. Mereka sudah unggul 2-0, namun dua gol Fulham dalam lima menit terakhir membuat skor kembali imbang.
Situasi itu nyaris menggagalkan peluang United meraih kemenangan ketiga secara beruntun di bawah asuhan Michael Carrick.
Namun, drama belum berakhir.
Di menit-menit terakhir laga, Benjamin Sesko melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang langsung disambut ledakan emosi di tribun Stretford End. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis bagi tuan rumah.
Momen itu mengingatkan banyak pihak pada era kejayaan Manchester United di bawah Sir Alex Ferguson, ketika kemenangan sering diraih di saat-saat paling menegangkan.
“Ini perasaan terbaik yang bisa saya rasakan,” ujar Carrick.
“Orang pulang dari stadion bukan hanya dengan pikiran ‘United menang’, tapi dengan emosi dan kenangan. Inilah alasan kami mencintai sepak bola.”
Kemenangan tersebut membawa United naik kembali ke posisi empat besar, melewati Chelsea dan Liverpool. Dengan kemungkinan lima tim lolos ke Liga Champions, peluang mereka kini semakin terbuka.
Kebangkitan Pemain yang Sempat Terpuruk
Bukan hanya hasil pertandingan yang membaik, suasana di dalam tim juga mengalami perubahan besar. Sejumlah pemain yang sempat kesulitan di era Amorim kini kembali menemukan performa terbaiknya.
Benjamin Sesko menjadi contoh paling nyata.
Striker asal Slovenia itu direkrut dari RB Leipzig pada musim panas dengan nilai transfer mencapai 74 juta poundsterling, atau sekitar Rp1,48 triliun. Namun, awal kariernya di Old Trafford tidak berjalan mulus.
Pada November lalu, Amorim bahkan sempat mengkritiknya sebagai pemain yang terlalu kaku dan kurang rileks.
Kini, di bawah arahan Carrick, Sesko tampil jauh lebih percaya diri.
“Ben adalah talenta besar,” kata Carrick.
“Gol ini sangat berarti baginya. Mencetak gol kemenangan di depan Stretford End adalah mimpi setiap striker.”
“Setelah gagal memanfaatkan peluang, dia bangkit lagi. Saya sangat senang untuknya. Dia pantas mendapatkannya.”
Selain Sesko, Kobee Mainoo juga mengalami kebangkitan. Gelandang muda itu sempat terpinggirkan dan dirumorkan akan hengkang pada Januari. Kini, ia menjadi pemain inti di lini tengah.
Casemiro pun kembali menunjukkan kualitasnya. Pemain asal Brasil itu sebelumnya dianggap sudah melewati masa terbaiknya. Bahkan, Jamie Carragher pernah menyebutnya tak lagi layak bermain di Premier League.
Namun setelah tiga pertandingan bersama Carrick, Carragher mengubah pandangannya.
“Sekarang jelas, kemampuan bermainnya belum hilang,” ujar Carragher.
“Dia terlihat seperti pemain yang benar-benar berbeda, baik secara fisik maupun mental.”
Di lini depan, Matheus Cunha juga tampil tajam dengan mencetak gol dalam dua laga beruntun. Bryan Mbuemo yang baru kembali dari Piala Afrika turut menambah daya gedor tim.
Dari Tim Terpuruk ke Kandidat Papan Atas
Manchester United kini mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Dua di antaranya diraih saat menghadapi Manchester City dan Arsenal, dua tim teratas klasemen.
Catatan ini terasa luar biasa, mengingat musim lalu mereka hanya finis di peringkat ke-15 pada musim debut Amorim.
Dengan jadwal menghadapi Tottenham yang berada di posisi ke-14 dan West Ham yang sedang berjuang menghindari degradasi, peluang United untuk naik ke tiga besar semakin terbuka.
Di bawah Carrick, United berubah menjadi salah satu tim dengan citra paling positif di Premier League, setelah sebelumnya identik dengan ketidakstabilan.
Editor sepak bola Daily Mail, Ian Ladyman, menilai kebangkitan ini mengingatkan pada era Ole Gunnar Solskjaer pada 2018.
“Ada nuansa Solskjaer yang sangat terasa,” tulis Ladyman.
“Tiga pertandingan, tiga kemenangan, dan lebih banyak hiburan dibandingkan yang diberikan Amorim selama lebih dari setahun.”
Meski demikian, perbandingan ini juga menjadi peringatan. Era Solskjaer sendiri berakhir setelah performa menurun drastis pada 2021.
Namun untuk saat ini, kebangkitan singkat ini sudah cukup memberi harapan baru bagi para pendukung Manchester United. Manajemen klub pun mulai mempertimbangkan apakah Michael Carrick layak mendapat kesempatan jangka panjang untuk memimpin tim keluar dari masa sulit.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!