Dari Tertekan ke Menggila! Man United Bungkam Pemuncak Klasemen Premier League

Gilabola.comManchester United membuat Emirates Stadium terdiam lewat drama menit akhir. Ada cerita besar di balik comeback melawan Arsenal kali ini. Klik untuk tahu faktanya.

Ribuan fans Arsenal berdiri. Teriakan kemenangan terasa begitu dekat. Namun, hanya dalam hitungan menit, semua berubah.

Manchester United datang sebagai tamu. Tertekan sejak awal. Dipojokkan. Diragukan. Tapi justru di momen paling genting, Setan Merah memilih untuk menggila.

Dominasi Arsenal di Awal Laga Bikin MU Kewalahan

Sejak peluit pertama dibunyikan, Arsenal langsung mengambil alih permainan.

Bukayo Saka, Declan Rice, hingga Martin Odegaard terus menggempur pertahanan United.

Dalam 15 menit pertama, The Gunners mencatatkan dominasi total di sepertiga akhir lapangan. Manchester United bahkan nyaris tak berkutik.

Tekanan itu akhirnya berbuah hasil pada menit ke-29.

Dari kerja sama rapi di sisi kanan, Jurrien Timber menyelesaikan umpan Odegaard dengan dingin. Emirates meledak.

Skor berubah 1-0.

Kesalahan Fatal Arsenal Jadi Titik Balik

Saat Arsenal terlihat nyaman, sebuah kesalahan kecil mengubah arah pertandingan.

Pada menit ke-37, Zubimendi salah mengantisipasi bola. Umpan baliknya justru jatuh ke kaki Bryan Mbeumo.

Tanpa ragu, penyerang asal Kamerun itu mengecoh kiper dan menceploskan bola ke gawang kosong.

Gol ini seperti menyetrum United. Kepercayaan diri mereka melonjak. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Dorgu Menggila, VAR Gagalkan Protes Arsenal

Babak kedua baru berjalan 10 menit saat United kembali mengejutkan tuan rumah. Patrick Dorgu, wing-back 21 tahun, melepaskan tendangan keras dari tepi kotak penalti.

Bola membentur mistar, lalu masuk. Sebuah gol spektakuler. Pemain Arsenal sempat memprotes dugaan handball. Namun VAR menyatakan sah.

Skor berbalik. Arsenal 1-2 Manchester United. Emirates mulai gelisah.

Drama VAR, Pergantian Aneh, dan Tekanan Tanpa Henti

Mikel Arteta merespons dengan empat pergantian pemain sekaligus. White, Gyokeres, Merino, dan Eze masuk.

Tekanan kembali meningkat.

Sementara itu, Carrick membuat keputusan mengejutkan. Ia menarik Mbeumo dan memasukkan Matheus Cunha.

Banyak yang bertanya-tanya. Kenapa menarik pencetak gol di laga sepenting ini? Jawabannya datang di menit-menit akhir.

Merino Menyalakan Harapan, Cunha Mematikannya

Menit ke-87, Arsenal akhirnya menyamakan kedudukan. Dari sepak pojok Saka, Mikel Merino menyambar bola di tengah kemelut. Skor 2-2. Stadion berguncang.

Fans Arsenal percaya. Momentum berpihak. Tapi United belum selesai.

Tiga menit berselang, Cunha muncul sebagai pahlawan.

Dari jarak lebih dari 25 meter, ia melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang.

Dan Gol! Skor 2-3. United memimpin lagi.

Tujuh menit tambahan waktu tidak mampu mengubah apa pun.

Klasemen Berubah, Tekanan Berpindah

Kemenangan ini sangat krusial. Manchester United naik dua peringkat dan menempati posisi keempat klasemen. Sementara Arsenal harus menerima kenyataan pahit.

Jarak mereka di puncak klasemen terpangkas menjadi empat poin.

Opini Gilabola: Carrick Bukan Sekadar Pelatih Sementara

Michael Carrick menunjukkan ketenangan luar biasa dalam membaca pertandingan.

Keputusan memasukkan Cunha terbukti krusial. Bukan cuma soal gol, tapi tentang keberanian mengambil risiko.

Di saat banyak pelatih memilih bertahan, Carrick justru menyerang.

Kami juga menilai, mentalitas United mulai kembali terbentuk. Mereka tidak runtuh saat ditekan. Tidak panik saat disamakan. Ini ciri tim yang sedang tumbuh.

Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Setan Merah akan benar-benar masuk radar perebutan gelar musim ini.

Biar nggak ketinggalan update transfer dan skor bola terbaru, yuk follow Gilabola.com di Google News di sini!