Datangkan Rangnick, Manchester United Belum Tentu Bisa Boyong Haaland

Manchester United baru saja menunjuk Ralf Rangnick sebagai pelatih sementara, tapi jangan harap pelatih Jerman ini akan membantu Setan Merah datangkan Erling Haaland.

Gilabola.com – Rangnick siap menjadi pelatih sementara United setelah menyetujui kesepakatan yang berlaku hingga akhir musim ini.

Diungkapkan Mirror, pelatih berusia 63 tahun itu masih menjadi Kepala Bidang Olah Raga dan Pengembangan Lokomotiv Moscow, tapi diperkirakan akan meninggalkan posisinya tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Pelatih sementara Manchester United yang juga pernah mengasuh Hannover, Schalke, Hoffenheim dan Leipzig itu diketahui sebagai Bapak Gegenpressing dan telah memengaruhi sejumlah pelatih seperti Jurgen Klopp, serta Thomas Tuchel.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Rangnick sudah berkecimpung di manajemen klub sepak bola sejak tahun 1983, tapi juga sempat menjalani peran di luar lapangan. Seperti saat masih di Leipzig, Rangnick sempat menjadi direktur olah raga maupun pelatih.

Ia sukses membangun reputasi yang luar biasa dan terkenal cerdik di bursa transfer, di mana ia mendatangkan sejumlah pemain muda yang kurang dihargai untuk kemudian mengembangkan para pemain itu untuk menjadi bintang di lapangan.

Di antaranya saat pelatih baru Manchester United itu masih bersama Red Bull Salzburg – yang memiliki pemodal sama dengan Leipzig. Rangnick berhasil datangkan Haaland dari klub Norwegia, Molde, pada bulan Januari 2019.

Lalu, Haaland berhasil mencetak 29 gol hanya dalam 27 laga yang dilakoni tim asal Austria tersebut, dan hal itu cukup membuat banyak klub papan atas langsung meliriknya.

Namun saat itu, Leipzig gagal mengoper Erling Haaland dari Salzburg. Haaland lebih memilih untuk melawan tren yang biasanya berlaku di antara kedua klub itu, dan memilih pindah ke Borussia Dortmund di bulan Januari 2020, dengan biaya yang kabarnya hanya sebesar 19 Juta Poundsterling atau setara dengan Rp 364 Miliar.

Transfer pemain yang juga disebut-sebut diminati Manchester United itu, seakan menjadi kudeta besar bagi Dortmund. Bagi Leipzig – dan juga Rangnick yang saat itu menjabat sebagai kepala bidang olah raga dan pengembangan untuk Red Bulls GmbH, hal ini seakan menjadi peluang yang mereka lewatkan. Ketika itu, Leipzig masih dilatih Julian Nagelsmann.

“Dari segala yang saya tahu tentang pemain itu dan ayahnya, alasan utama kepindahannya ke sana adalah, Dortmund bisa menjamin Haaland akan mendapat tempat di tim inti mereka secara reguler,” tandas Rangnick kepada MDR pada bulan September 2020.

“Sangat memalukan, dia pemain pertama yang diinginkan Leipzig – sejak berhasil naik ke Bundesliga, tapi tak bisa kami menariknya dari Salzburg. Sayang sekali bagi Leipzig, dia sebenarnya cocok dengan kami, tim kami dan gaya permainan kami,” tambah Rangnick ketika itu.

Sukses Kelola Leipzig dan Salzburg 

Pelatih interim Manchester United itu ditunjuk sebagai direktur sepak bola untuk dua klub, Salzburg dan Leipzig, pada bulan Juni 2021. Di bawah asuhannya, pada tahun 2018, Leipzig mendapat promosi dari liga regional (tingkat IV) ke Bundesliga (tingkat I), dan merambah Liga Champions.

Klub itu juga berhasil mencapai finis tertinggi di kompetisi domestik sebagai runner-up pada musim 2016/17, lalu finis tertinggi di ajang Eropa sebagai semi-finalis di musim 2019/20.

Walau secara konsisten berhasil mencapai sukses, Leipzig hanya memenangkan satu trofi bersama Rangnick, yakni Piala Saxony. Sementara itu, Salzburg beberapa kali memenangkan trofi Bundesliga Austria dan Piala Austria bersamanya, di samping berlaga pula di Liga Champions dan Liga Eropa UEFA.

Pada tahun 2019, Rangnick yang kini mengasuh Manchester United itu dipromosikan sebagai kepala bidang olah raga dan pengembangan untuk Red Bull GmbH, hingga ia mendapat tugas mengawasi program global yang dikelola Red Bull, termasuk New York Red Bulls dan mengambil alih pula Red Bull Bragantino.

Di bawah kepemimpinan Rangnick saat itu, New York Red Bulls berhasil memenangkan Supporters Shield pada tahun 2013, 2015 dan 2018, sementara Red Bull Bragantino mendapatkan promosi ke Série A di tahun 2020.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO