David de Gea: Saya Harus Raih Trofi Sebagai Pemain Berkelas Dunia

Kiper jagoan Manchester United, David de Gea tegaskan jika dirinya wajib raih trofi di raksasa Liga Inggris tersebut. Sebagai kiper berkelas dunia, dirinya tak mau sampai gagal meraih trofi.
Berita Terkini - Kiper jagoan Manchester United, David de Gea tegaskan jika dirinya wajib raih trofi di raksasa Liga Inggris tersebut. Sebagai kiper berkelas dunia, dirinya tak mau sampai gagal meraih trofi.

Gilabola.com – Kiper jagoan Manchester United, David de Gea tegaskan jika dirinya wajib raih trofi di raksasa Liga Inggris tersebut. Sebagai kiper berkelas dunia, dirinya tak mau sampai gagal meraih trofi.

David de Gea (27 tahun) sendiri terakhir kali bisa menjuarai Premier League adalah pada saat Sir Alex Ferguson pensiun di musim 2012/13 yang jelas sudah terlalu lama. Sejak saat itu De Gea hanya sanggup mengoleksi trofi Liga Europa, FA Cup dan EFL Cup dan masih inginkan lebih.

De Gea sudah beberapa kali sukses mendapatkan penghargaan termasuk dalam PFA Team of the Year bahkan dalam empat musim secara beruntun. Meski begitu, bagi dirinya trofi juara adalah yang paling penting.

“Saya selalu bisa bermain dengan sangat baik, saya selalu bisa percaya diri tetapi saya juga harus bisa menjaga hal itu dan bisa mendapatkan trofi tim. Hal itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemain berkelas dunia,” tegas David de Gea.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Manchester United sendiri saat ini sudah mencapai final FA Cup dan akan memperebutkan gelar juara melawan raksasa Chelsea. Artinya jelas De Gea berpeluang menambah deretan prestasinya bersama tim untuk buktikan kualitasnya.

Pengaruh kehilangan Sir Alex Ferguson masih cukup membekas hingga saat ini di Manchester United. Klub dan Jose Mourinho masih cukup kesulitan untuk bisa kembali ke performa terbaik mereka, terlebih seusai lewati era Louis van Gaal dan David Moyes. Pelatih baru Setan Merah memang harus mengubah pekerjaan yang sudah dilakukan Sir Alex selama puluhan tahun hingga perlu waktu lebih lama untuk mereka move on dari sang mantan pelatih.